MAGELANG – Sekitar 1.300 penyuluh Keluarga Berencana (KB) dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah berkumpul dalam gelaran dua tahunan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Ikatan Penyuluh KB (IPeKB) Jawa Tengah 2025.
Porseni ini sekaligus menjadi momentum penting yang menguatkan identitas penyuluh KB sebagai ujung tombak pembangunan keluarga dan masa depan bangsa.
Tahun ini, Kota Magelang menjadi tuan rumah gelaran Porseni tersebut. Dengan mengusung tema Tumbuhkan Jiwa Sportivitas, Kreatif, dan Menjunjung Tinggi Kebersamaan dan Kepedulian.
Ketua DPD IPeKB Provinsi Jawa Tengah Wahyu Dhayat Minulyo menyebut Porseni ini sebagai lebaran penyuluh KB. Istilah tersebut bukan tanpa alasan. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan perayaan semangat para penyuluh yang selama ini bekerja di lini terdepan.
Terutama dalam menangani isu-isu krusial seperti penurunan angka stunting, penguatan ketahanan keluarga, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Porseni adalah puncak keseriusan teman-teman penyuluh dalam berkomitmen di lapangan. Ini ajang silaturahmi, ajang kebersamaan,” ujar Wahyu di GOR Samapta Kota Magelang, Rabu (23/7).
Baca Juga: Cegah Stunting dengan Program Genting, Upaya BKKBN dan Warga Tekan Stunting dari Rumah
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Dukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan pentingnya peran penyuluh KB dalam menyukseskan program-program nasional.
Dia menyebut, Porseni sebagai media komunikasi strategis antara kementerian dan para pelaksana di lapangan. Menurutnya, masa depan kependudukan berasal dari penyuluh KB.
“Merekalah ujung tombak, mereka yang men-deliver program-program kementerian. Karena itu, penyuluh KB harus terus termotivasi dan diperkuat,” kata Wihaji.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, pemkot sangat mendukung agenda Porseni dan program-program yang selaras dengan pembangunan keluarga berencana. Dia memandang, penyuluh KB sebagai jembatan antara kebijakan dan realitas sosial masyarakat.
Damar juga menekankan, masa depan bangsa berakar dari keluarga. Maka, keberhasilan program KB adalah kunci menuju Indonesia yang maju.
“Negara ini adalah kumpulan dari keluarga-keluarga. Jika setiap keluarga direncanakan dengan baik, saya yakin bangsa ini akan lebih baik dan maju. Kuncinya di keluarga,” tambahnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo