PURWOREJO - Pemkab Purworejo memastikan Hotel Ganesha akan dikelola pihak ketiga. Langkah ini diambil agar pengelolaan hotel pelat merah tersebut lebih terjamin dan profesional.
Kabid Destinasi Pariwisata Disporapar Purworejo Edi Nur Widyoko menyatakan, pengelolanan Hotel Ganesha oleh pihak ketiga merupakan opsi terbaik, karena akan ditangani langsung pihak yang berpengalaman di bidang perhotelan.
Dia menyebut, sampai saat ini sudah ada sejumlah operator hotel ternama yang melirik untuk pengelolaan Hotel Ganesha.
"Jadi nanti operasional hotel bukan oleh pemerintah yang kelola. Biar profesional," katanya, kepada Radar Jogja, Senin (21/7).
Edi menyebut, pembangunan Hotel Ganesha saat ini ditarget rampung pada November 2025. Seiring dengan itu pemerintah daerah akan mencari calon operator yang dinilai tepat untuk mengelola Hotel Ganesha.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan hotel milik pemerintah daerah. Dampak positifnya dapat memberikan kontribusi ekonomi lebih besar bagi daerah. "Sudah ada enam operator yang minat," sambungnya.
Dia menerangkan, penunjukkan operator hotel bukan berada di dinas teknis, yakni Disporapar melainkan kewenangan BPKAD karena itu menyangkut pendapatan asli daerah.
Tentu, kata dia, pemerintah melalui tim appraisal punya hitungan nilai tawar tersendiri sebelum pengelolaan hotel diambil alih pihak ketiga. "Kalau nominal berapa saya belum bisa bilang. Bukan ranah kami, tapi ada tim sendiri," jelasnya.
Edi memprediksi, pengelolaan hotel oleh pihak ketiga berlangsung paling tidak pada tahun depan. Hal ini karena masih butuh beberapa tahapan yang harus dilalui, termasuk melengkapi sarana dan prasarana hotel, pelatihan karyawan hingga promosi hotel.
"Setelah selesai dibangun, syukur bagi kami dapat operator plus investor. Maksudnya operator tapi juga mau melengkapi," katanya.
Sementara itu, warga setempat Fadilah Ihwan, 36, cukup menanti beroperasinya Hotel Ganesha. Dia berharap keberadaan hotel tersebut dapat menyerap tenaga kerja lokal. Menurutnya pemberdayaan warga sekitar merupakan permintaan yang lumrah.
"Misal jabatan manajer boleh lah orang luar karena pinter dan pengalaman. Tapi orang sini juga harus diperhatikan," ujarnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo