MUNGKID - Rencana pembangunan exit Tol Jogja-Bawen di Desa Pabelan, Mungkid, Kabupaten Magelang masih belum final. Hingga pertengahan Juli, titik exit tol yang sempat mengalami pergeseran lokasi kini dalam proses penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Jogja-Bawen Muhammad Fajri Nukman mengatakan, penetapan lokasi belum dilakukan karena harus menunggu dokumen tersebut rampung. Setelah dokumen rampung, baru kemudian dilakukan pengajuan penetapan lokasi oleh Kementerian PU kepada gubernur Jawa Tengah. Terlebih, exit tol di Pabelan menjadi salah satu titik prioritas karena akan melayani akses menuju kawasan Borobudur.
Sebelumnya, exit tol direncanakan berada di kawasan pertigaan Palbapang. Jalur utama menuju Candi Borobudur. Namun, lokasi tersebut masuk dalam zona Sub Kawasan Pelestarian 1 (SP-1) atau area dengan perlindungan khusus. Karena berada di kawasan warisan budaya dunia yang diawasi UNESCO.
Sehingga tidak memungkinkan dilakukan pembangunan konstruksi. "Maka exit tol bergeser sekitar 800 meter ke arah Kota Magelang, tepatnya di wilayah Desa Pabelan," beber Fajri.
Meski titik baru sudah diproyeksikan, Fajri menegaskan, seluruh proses masih harus mengikuti prosedur penyusunan dokumen perencanaan sebelum ada kepastian penetapan lokasi. Proses ini sekaligus mencakup pengkajian teknis dan konsultasi publik sebagai bagian dari tahapan pengadaan lahan.
"Semua masih dalam tahap perencanaan. Termasuk dua desa di Kecamatan Grabag yang dilintasi terowongan juga belum final, masih menunggu desain teknis dari konsultan," ungkapnya.
Secara keseluruhan, progres pengadaan tanah untuk proyek Tol Jogja-Bawen saat ini mencapai 61,87 persen. Sebagian besar desa sudah masuk tahap penilaian tanah. Namun, untuk exit tol di Pabelan dan desa-desa strategis lainnya, proses pengadaan lahan dipastikan berjalan paralel dengan penyusunan dokumen perencanaan.
Prioritas saat ini, lanjut Fajri, adalah menyelesaikan dokumen perencanaan untuk exit tol di Pabelan agar proses penetapan lokasi segera dilakukan. "Karena seksi II Tol Jogja-Bawen yang meliputi Pabelan direncanakan mulai konstruksi tahun ini," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Magelang A Yani menambahkan, pembayaran uang ganti kerugian (UGR) masih terus berjalan, meski sempat absen hampir dua bulan. Itu karena Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) belum mencairkan anggaran pembayaran tersebut.
Dia menyebut, hingga saat ini penundaan masih terjadi. Total ada sekitar 300 bidang menunggu tanah oleh LMAN. "Kita berharap dapat segera cair dan semuanya berada di Seksi I hingga IV," harapnya. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita