MUNGKID — Pemerintah Kabupaten Magelang menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan 15 perguruan tinggi, sebagai landasan program beasiswa bagi pemuda berprestasi. Target jangka panjangnya bisa menjangkau 1.000 mahasiswa per tahun. Tapi, tahun pertama ini akan dimulai dengan 500–600 orang.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menuturkan, kerja sama ini melibatkan 12 perguruan tinggi negeri dan 3 perguruan tinggi swasta. Beasiswa akan ditujukan bagi pemuda berprestasi dari berbagai latar belakang. Terutama mereka yang berasal dari keluarga pra sejahtera.
Grengseng menegaskan, program ini lahir dari kesadaran bahwa kunci pembangunan masa depan terletak pada keberlanjutan kualitas sumber daya manusia (SDM). Beasiswa ini, kata dia, bentuk manifestasi komitmen pemkab agar generasi muda menjadi motor perubahan.
"Kami tidak ingin tertinggal. Maka, kami harus unggul. Salah satu caranya adalah melalui investasi pendidikan bagi pemuda," paparnya di Pendopo drh Soepardi, kompleks Setda Kabupaten Magelang, Rabu (9/7/2025).
Dia menyampaikan, korelasi erat antara tingkat pendidikan dan kemiskinan. Menurutnya, masyarakat dengan pendidikan rendah akan sulit beradaptasi dengan perubahan zaman, sehingga kesulitan keluar dari lingkaran kemiskinan.
Grengseng melanjutkan, probabilitas mencapai kesejahteraan akan sulit jika pendidikan masih rendah. "Maka, kami mendorong mereka yang belum terfasilitasi oleh pemerintah pusat, untuk tetap bisa kuliah lewat skema ini," ujarnya.
Meski memiliki target jangka panjang untuk menjangkau 1.000 mahasiswa per tahun, tahun pertama program ini akan dimulai dengan 500–600 penerima beasiswa. Proses seleksi akan melibatkan perangkat desa, mengingat basis pendataan dilakukan di tingkat desa.
Besaran bantuan, kata Grengseng, ditetapkan sebesar Rp 5 juta per semester per mahasiswa. Teknis penyaluran masih dikoordinasikan. Entah melalui pembayaran langsung ke perguruan tinggi atau kepada mahasiswa.
Dari sisi perguruan tinggi, seleksi penerima beasiswa akan tetap mengikuti prosedur akademik dan regulasi masing-masing kampus. Pemkab Magelang menegaskan tidak akan membuat diskresi khusus, namun siap memberikan rekomendasi kepada pemuda yang memenuhi kriteria.
Dalam implementasinya, program beasiswa ini tak hanya menyasar kaum miskin ekstrem, tetapi juga pemuda desa dan anak-anak dari PNS golongan bawah. Bupati menegaskan bahwa realitas ekonomi keluarga PNS pun seringkali belum cukup untuk membiayai kuliah.
"Petugas kebersihan, misalnya. Gaji cukup untuk makan, tapi belum tentu untuk kuliah anaknya. Di sinilah negara hadir," lontarnya.
Dia berharap, pemuda penerima beasiswa akan kembali ke desa, membawa pengetahuan, inovasi, dan semangat perubahan. Harapan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat, terutama desa.
Rencananya, program ini akan segera diperkuat lewat peraturan bupati (Perbup) agar bisa berjalan efektif mulai tahun ajaran ini. Pendaftaran akan dibuka untuk mahasiswa baru maupun yang sudah diterima di perguruan tinggi.
Rektor Universitas Tidar (Untidar) Magelang Prof Sugiyarto menyambut positif inisiatif ini. Dia menyebut, langkah Pemkab Magelang sebagai bentuk keberanian sekaligus empati dalam dunia pendidikan. "Langkah ini tentu meringankan beban banyak keluarga," sebutnya. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin