Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perkuat Diplomasi Desa, Dubes Tiongkok Wang Lutong Kunjungi Magelang, Jadi Simbol Pertanian, Sebut Ekspor Salak Naik hingga 90 Persen

Naila Nihayah • Rabu, 9 Juli 2025 | 03:53 WIB
SIMBOLIS: Wabup Magelang Sahid menyerahkan cendera mata kepada Duta Besar RRT untuk Indonesia Wang Lutong di Balai Desa Krasak, kemarin (8/7).
SIMBOLIS: Wabup Magelang Sahid menyerahkan cendera mata kepada Duta Besar RRT untuk Indonesia Wang Lutong di Balai Desa Krasak, kemarin (8/7).

RADAR JOGJA - Pemkab Magelang menerima kunjungan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Lutong. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial diplomatik. Tetapi menandai babak baru pendekatan kerja sama antarnegara berbasis pedesaan, pengembangan ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.

 

Wang Lutong menyebut, kunjungannya ini menjadi bukti nyata bahwa diplomasi tak hanya berlangsung di ibu kota negara. Tetapi juga bisa berakar di desa-desa. Dia menegaskan pentingnya kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok dalam pengembangan desa dan pengentasan kemiskinan.

Baca Juga: Sarpras, Guru, hingga Asrama Sekolah Rakyat di Magelang Sudah Disiapkan, Lokasinya di Sini
Tiongkok pun akan mendukung penuh proyek-proyek pembangunan desa yang sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto. Termasuk di Desa Krasak, Salaman yang memiliki potensi pertanian lokal.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Produktivitas Tembakau di Kabupaten Magelang Justru Diprediksi Naik
"Tiongkok dan Indonesia sama-sama merupakan negara pertanian besar. Kami melihat banyak potensi kerja sama, tidak hanya dalam pertanian tetapi juga pariwisata dan pendidikan," ujarnya di Balai Desa Krasak, Selasa (8/7).

Baca Juga: Pabrik Baterai RI Tiongkok Siap Beroperasi 2026, Dorong Lompatan Industri Kendaraan Listrik Nasional
Terlebih, kata dia, tahun 2025 menandai 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok. Wang menyatakan komitmen Tiongkok untuk menjadikan momen ini sebagai titik penguatan kerja sama dua negara, termasuk pada level desa.


Salah satu perhatian Wang dalam kunjungan ini adalah produk salak lokal yang menjadi simbol kekuatan pertanian desa. Dia juga menyinggung soal ekspor salak Indonesia ke Tiongkok meningkat hingga 90 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Bagi Wang, fakta ini bukan hanya soal perdagangan. Tetapi menjadi indikator potensi besar desa-desa Indonesia di mata pasar internasional, potensi yang layak dikembangkan bersama secara sistemik.

Baca Juga: Mengenal Sosok Sahid, Wakil Bupati Magelang. Purnawirawan Polri yang Ingin Mengabdikan Diri untuk Masyarakat Magelang  
Wakil Bupati Magelang Sahid menuturkan, pemkab menyambut baik peluang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan Tiongkok. Khususnya dalam bidang pertanian modern, teknologi tepat guna, pendidikan, serta inovasi desa.


Dia optimistis, kolaborasi antara Kabupaten Magelang dan Tiongkok dapat memberi manfaat besar bagi kedua belah pihak. "Terutama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat desa," lontarnya.


Sahid juga menegaskan, Pemkab Magelang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan potensi desa, yang kaya akan budaya, sumber daya alam, dan manusia unggul. Perhatian itu diwujudkan dalam beberapa langkah nyata yang telah dan sedang dilakukan.


Beberapa di antaranya seperti mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penguatan UMKM dan koperasi desa. Lalu, nendukung sektor pertanian dan pariwisata berbasis potensi lokal, seperti pengembangan desa wisata dan produk unggulan.


Kemudian meningkatkan infrastruktur dasar seperti jalan desa, jaringan irigasi, dan akses internet yang merata. Serta menjalin kemitraan strategis dengan sektor swasta dan mitra internasional untuk mempercepat pembangunan desa.


Kepala Desa Krasak Ari Setiawan yang sebelumnya menjadi delegasi Jawa Tengah dalam program pertukaran ide antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok, mengungkapkan betapa besar inspirasi yang didapatkan dari pengalaman tersebut. Dia telah belajar banyak. Terutama soal peningkatan potensi desa, kesejahteraan masyarakat, dan penghapusan kemiskinan ekstrem. "Tiongkok bisa menjadi contoh yang baik bagi desa kami," katanya.


Dia berharap, kunjungan ini tidak berhenti sebagai simbol, tapi menjadi jembatan nyata untuk kerja sama antardesa dan negara. Khususnya dalam pengembangan pertanian modern, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi lokal.


Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang Suroso Singgih Pratomo menilai, kunjungan dubes Tiongkok ini merupakan kesempatan luar biasa. "Semua bisa belajar tentang program penurunan angka kemiskinan dengan sistem pengintegrasian antarlintas sektor," ucapnya.


Terlebih, lanjutnya, program pengentasan kemiskinan di Tiongkok bisa menjadi contoh bagi Pemkab Magelang dan khususnya Desa Krasak, Salaman. "Kita mencari role model, program pengentasan kemiskinan yang sudah berhasil," tambahnya. (laz)

Editor : Herpri Kartun
#Ibu Kota Negara #rrt #internasional #magelang 2025 #Koperasi Desa #umkm indonesia #diplomatik #Ekonomi