KEBUMEN - Toko perlengkapan haji dan umrah ikut kecipratan berkah jelang kepulangan jemaah haji. Berbagai produk atau oleh-oleh khas Tanah Suci mulai diburu untuk buah tangan jemaah haji.
Pembeli mayoritas dari keluarga jemaah haji. Mereka mulai menyicil berbagai persiapan jelang kepulangan jemaah haji, terutama oleh-oleh yang identik Tanah Suci. "Ada perbedaan dari hari biasa. Kalau dihitung kenaikan penjualan bisa sampai 50 persen," kata salah satu karyawan di toko perlengkapan haji dan umrah, Yani Setianingsih Senin (7/7).
Baca Juga: Fraksi DPRD Kebumen Beri Catatan soal Pendapatan Pajak dan Retribusi Pemkab yang Tak Capai Target
Yani mengungkapkan, peningkatan omzet mulai dirasakan. Adapun produk yang paling diminati berupa kuliner di antaranya kurma, kismis, cokelat dan kacang khas Arab Saudi. Tak terkecuali air zam-zam yang dikemas khusus. Selain itu, barang paling laris belakangan ini seperti tasbih, sajadah, sarung hingga peci. "Mulai awal bulan ini sudah ramai. Kalau beli di sana (Tanah Suci) kan mahal. Barang yang dibawa juga terbatas," ujar karyawan toko di Jalan Hasyim Asyari itu.
Meski ramai diminati, kata Yani, tidak ada selisih harga. Semua produk dijual dengan harga standar. "Harganya beda. Ada yang satua, ada yang kiloan. Misal partai besar beda harga lagi," sambungnya.
Sementara itu, salah satu keluarga jemaah haji Erniawati, 46, mengatakan, pembelian oleh-oleh di daerah menjadi pilihan alternatif. Selain harga terjangkau, kualitas produk yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan barang yang ada di tanah suci. "Contohnya kurma, banyak pilihan juga. Ini kan mau dibagi, jadi bukan kualitas yang premium," ungkapnya.
Ia mengaku telah membeli oleh-oleh haji cukup banyak. Salah satunya kurma dan tasbih. Oleh-oleh tersebut akan dibagikan merata untuk para tetangga dan kerabat dekat. "Sudah dibuat paket. 500-an paket. Begitu bapak selesai haji, kan banyak yang datang. Paket itu dibagikan," pungkasnya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita