Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Minim Siswa, Disdikpora Kebumen Buka Peluang untuk Regrouping Sekolah

Muhammad Hafied • Selasa, 8 Juli 2025 | 14:10 WIB
Kepala Disdikpora Kebumen Yanie Giat Setyawan
Kepala Disdikpora Kebumen Yanie Giat Setyawan

KEBUMEN - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen menyebut sebaran murid baru utamanya di sekolah dasar belum merata. Kondisi ini memaksa dinas membuka opsi penggabungan terhadap sekolah yang kekurangan murid.

Kepala Disdikpora Kebumen Yanie Giat Setyawan mengatakan, penggabungan atau regrouping sekolah merupakan hal yang sangat mungkin dilakukan. Kebijakan ini akan ditempuh saat faktor penyebab telah memenuhi syarat. Salah satunya karena kekurangan murid. "Regrouping akan dibahas tersendiri. Ini memang opsi yang harus dilakukan," kata Yanie Senin (7/7).

Penggabungan dua sekolah, lanjut Yanie, adalah sesuatu yang tak bisa dihindari. Sebab grafik murid setiap tahun cenderung mengalami penurunan. Sedangkan ketersediaan kelas di setiap sekolah stabil.

Yanie belum bisa menyebut ada berapa sekolah yang akan dilakukan merger. Saat ini, disdikpora sedang melakukan penghitungan antara jumlah siswa dan alokasi ketersediaan kursi yang bakal terisi. "Tetap ada beberapa sekolah (regrouping, Red). Kami sedang kaji," tegasnya.

Tahun ini, daya tampung pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) jenjang SD negeri sejumlah 22.486 siswa. Alokasi tersebut untuk 793 SD se-Kebumen. Adapun setiap sekolah mencakup satu rombel dengan kapasitas 28 murid. Sedangkan kuota jenjang SMP sebanyak 11.898 murid untuk 371 kelas. "Masih berporses. Rencana pelajaran baru dimulai pertengahan Juli ini," kata Yanie.

Pantia Pelaksana SPMB Kabupaten Kebumen Martiyono menyatakan, asas penerimaan murid baru tidak lain untuk mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu bagi semua. Sistem PMB juga menganut asas pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang adil dan inklusif sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025-2029. "PMB ini bagian awal dalam memberikan layanan dasar pendidikan, maka akan dioptimalkan," ungkapnya. (fid/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga #Sistem Penerimaan Murid Baru #disdikpora kebumen #Sebaran #kebumen #sekolah dasar #Murid #Penggabungan #kekurangan murid #Disdikpora #SMP #spmb #regrouping #sd