RADAR JOGJA - Setelah bertahun-tahun terbengkalai, lahan eks Magelang Theater (MT) kini disulap menjadi kawasan terpadu. Namanya The Aloon-Aloon. Kehadirannya menggabungkan layanan publik, pusat hiburan, hingga fasilitas bisnis dan perhotelan.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menuturkan, pembangunan The Aloon-Aloon tidak hanya menjawab pertanyaan publik soal nasib lahan tersebut. Lebih dari itu, juga menjadi titik balik transformasi wajah pusat Kota Magelang.
”Hari ini (kemarin, Red) dengan penuh rasa syukur, saya sampaikan, janji itu bukan hanya ditepati, tapi dibangun, dikerjakan, dan harus diselesaikan," ujarnya saat topping off, Senin (7/7).
Proyek ini, kata dia, merupakan hasil kerja sama antara Pemkot Magelang dan PT Grha Karya Investama. Mereka bersama-sama merancang transformasi lahan seluas 22 ribu meter persegi menjadi pusat kegiatan masyarakat yang dinamis dan representatif.
The Aloon-Aloon hadir bukan sekadar sebagai mall atau pusat perbelanjaan. Kawasan ini, lanjut Damar, dirancang sebagai mixed-use development yang menyatukan fungsi ekonomi, sosial, dan pelayanan publik dalam satu ruang terintegrasi.
Gedung megastruktur ini terdiri dari 15 lantai dengan empat lantai pertama menjadi semi outdoor mall yang diisi berbagai tenant kuliner dan hiburan. Termasuk kehadiran bioskop XXI. Di atasnya, berdiri hotel berbintang dan ballroom untuk acara skala besar. Serta mal pelayanan publik (MPP) yang akan mempercepat layanan birokrasi.
Damar optimistis, The Aloon-Aloon akan menjadi pendorong tumbuhnya sektor perdagangan dan jasa di Magelang. Proyek ini diharapkan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), dan menarik investasi lanjutan di kawasan strategis pusat kota.
Dari sisi sosial, lanjut Damar, kawasan ini diproyeksikan menjadi ruang pertemuan lintas generasi dan simbol kebangkitan kembali denyut pusat kota yang selama ini cenderung stagnan.
Perwakilan dari PT Grha Karya Investama Laurensia Yap mengatakan, proyek ini lebih dari sekadar pembangunan fisik. "Kami tidak hanya merayakan selesainya konstruksi, tetapi juga dimulainya sebuah destinasi baru," paparnya.
Dia mengutarakan, The Aloon-Aloon merupakan pusat aktivitas baru kota ini yang menyatukan hiburan, bisnis, perhotelan, hingga pelayanan publik. Dia juga memastikan, proyek akan rampung tepat waktu dan ditargetkan dibuka pada November 2025.
Head of Marketing Communication The Aloon-Aloon Ilham L Fajrin menambahkan, bangunan ini memanfaatkan lokasi strategis yang dikelilingi berbagai fasilitas publik, seperti sekolah, rumah sakit, dan transportasi umum. Hal ini menjadikannya sebagai pusat gravitasi baru gaya hidup masyarakat Magelang.
Menurutnya, kehadiran kawasan ini bukan hanya memenuhi kebutuhan rekreasi, tapi juga memperkuat komunitas lokal. "Dengan kombinasi belanja, hiburan, kuliner, dan fasilitas hotel, kami ingin membangun komunitas yang dinamis dan menciptakan pusat kegembiraan baru," ungkapnya. (aya/zam)
Editor : Herpri Kartun