Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waisak Saja Dihadiri 5.000 Umat, Dirjen Binmas Buddha Dukung Penyesuaian Kuota Candi Borobudur

Naila Nihayah • Sabtu, 5 Juli 2025 | 10:30 WIB
Biksu, umat Buddha, dan para peserta program trial CSI melangsungkan meditasi pagi di puncak Candi Borobudur, Kamis (12/6).
Biksu, umat Buddha, dan para peserta program trial CSI melangsungkan meditasi pagi di puncak Candi Borobudur, Kamis (12/6).

 

MUNGKID — Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha, Kementerian Agama (Kemenag) RI mendukung penuh uji coba pengaturan jumlah pengunjung naik Candi Borobudur. Penyesuaian kuota itu harapannya lebih mencerminkan kebutuhan aktual umat dan pengunjung, terutama di masa pascapandemi.

Dorongan ini muncul seiring uji coba pengaturan kuota naik candi yang saat ini tengah dilakukan oleh pengelola, yakni TWC. Dengan kisaran antara 1.200 hingga 2.000 orang per hari selama masa libur sekolah.

Dirjen Bimas Buddha, Kemenag RI Supriyadi mengatakan, animo masyarakat terhadap Candi Borobudur terus meningkat. Menurutnya, pembatasan kuota 1.200 orang per hari merupakan kebijakan transisi saat pandemi yang kini perlu disesuaikan dengan situasi baru yang lebih kondusif.

"Harapan kami, ini (penyesuaian kuota) bisa dibawa ke konteks kekinian, di mana mobilitas masyarakat sudah kembali pulih," ujar Supriyadi saat ditemui di Candi Borobudur, Jumat (4/7).

Dia menyebut, Kemenag juga telah menyampaikan gagasannya kepada Kementerian Kebudayaan. Harapannya, akan dibahas dalam lintas sektor bersama Museum dan Cagar Budaya (MCB) serta TWC sebagai pengelola kawasan.

Supriyadi juga menyoroti pentingnya kuota yang lebih besar agar fungsi spiritual dan religius Candi Borobudur bisa dioptimalkan.

Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI Supriyadi.
Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI Supriyadi.

Dia mencontohkan, saat perayaan Waisak, lebih dari 5.000 umat hadir sebagai indikasi bahwa kapasitas kawasan untuk menampung umat dalam skala besar, sudah mungkin dilakukan.

Dia mengatakan, ketika kuota naik candi hanya dibatasi 1.200 orang per hari, akan turut berdampak pada kegiatan keagamaan.

"Kami mendorong kuota naik candi bisa mencapai setidaknya 5.000 orang, tentu dengan pengaturan dan kajian yang matang," sebutnya.

Dia menambahkan, peningkatan kuota tidak hanya menyangkut hak umat dalam memaknai situs warisan budaya. Tetapi juga memiliki dimensi ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar Borobudur.

Ketika ruang spiritual itu dibuka lebih luas, lanjut dia, peran masyarakat lokal juga akan semakin terasa. "Ini bukan hanya soal pariwisata, tapi soal bagaimana Borobudur bisa kembali ke jati dirinya sebagai pusat kebajikan dunia," bebernya.

 Baca Juga: Kuda King Argentine Bikin Indonesia di Ambang Sejarah Baru Triple Crown

Hingga kini, TWC masih melakukan uji coba pengaturan pengunjung yang naik ke struktur candi. Jumlah yang diizinkan secara resmi masih berada di angka 1.200 orang per hari, dibagi dalam delapan sesi.

Namun, selama libur sekolah, TWC mengakui telah mulai mengatur pengunjung secara lebih fleksibel. Dengan kuota yang lebih fleksibel, yakni sampai 2.000 orang per hari dalam kerangka uji coba. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Candi Borobudur #Binmas #Dirjen #umat #kuota #buddha #kemenag #waisak