KEBUMEN - Bupati Kebumen Lilis Nuryani dijadwalkan mengikuti rangkaian Ruwat Kabumian pada Kamis (26/6) malam. Dalam acara ini akan ada ritual Ranupada. Yakni, prosesi pembasuhan kaki bupati sebagai simbol penghormatan. Sekaligus restu dari rakyat kepada pemimpin baru Kebumen.
Ritual tersebut mengandung makna permohonan agar bupati mudah dalam melangkah sebagai pemimpin baru Kebumen. Rencananya, kaki Lilis akan dibasuh menggunakan air dari tujuh sumber mata air yang diyakini memiliki nilai kesakralan. "Bahwa kepemimpinan sejati dimulai dengan kerendahan hati dan restu dari rakyatnya," ujar panggagas acara Ruwat Kabumian Wiji Winaras Rabu (25/6).
Dijelaskan, Ruwat Kabumian dilaksanakan pada malam Jumat Kliwon, atau bertepatan malam 1 Sura. Agenda tersebut akan diisi kegiatan spiritual berpadu pada prosesi adat sarat makna. Tujuannya tak lain meminta kepada Tuhan agar masyarakat Kebumen diberi keselamatan dan kemakmuran. "Tradisi ini menjadi pengingat bahwa kita hidup berdampingan dengan nilai luhur," ungkap Wiji.
Lokasi Ruwat Kabumian bakal terpusat di Pendopo Kabumian. Berlangsung mulai pukul 21.00-23.59. Kegiatan ini akan diikuti berbagai komponen, seperti unsur pemerintahan, budayawan, seniman, hingga tokoh agama. Diawali dengan acara doa bersama lintas agama.
Berlanjut prosesi kirab budaya dengan memperlihatkan beragam pusaka daerah serta berebut gunungan berisi hasil bumi. Kemudian, pembacaan kidung atau mantra ruwatan. Tak kalah menarik terdapat ritual Cowongan sebagai wujud pelestarian budaya lokal.
Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kebumen Slamet Pramono menyambut baik agenda Ruwatan Kabumian. Menurutnya, kegiatan tersebut selain sebagai ajang silaturahmi, juga akan menghidupkan kembali semangat dalam mempertahankan kearifan lokal. "Kami akan hadir dan ikut nyengkuyung bareng. Kegiatan bagus ini tidak boleh ditinggalkan," jelasnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita