Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kemendag Tak Ada Anggaran, Pemkab Ajukan CSR untuk Pembangunan Kembali Pasar Wonokriyo Kebumen Pascakebakaran

Muhammad Hafied • Rabu, 25 Juni 2025 | 12:05 WIB
Petugas pemadam kebakaran (damkar) masih bersiaga di lokasi kebakaran Pasar Wonokriyo, Gombong. (Dokumentasi Satpol PP Kebumen)
Petugas pemadam kebakaran (damkar) masih bersiaga di lokasi kebakaran Pasar Wonokriyo, Gombong. (Dokumentasi Satpol PP Kebumen)

 

 

 

KEBUMEN – Pemkab Kebumen masih mencari solusi alternatif untuk revitalisasi Pasar Wonokriyo pascakebakaran. Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk mencari dukungan alokasi anggaran di tingkat pemerintah pusat.

Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah menyatakan, proses revitalisasi pasar bukan perkara mudah. Terlebih saat ini terdapat kebijakan efisiensi anggaran. Namun, bukan berarti persoalan tersebut tidak dapat terselesaikan. "Tidak ada kata putus asa. Ikhtiar total kami lakukan," ucapnya Selasa (24/6).

Zaeni mengungkapkan, dirinya sudah dua kali datang ke kementerian terkait. Tujuannya tak lain mencari solusi atas terbakarnya Pasar Wonokriyo. Dia mengaku, secara pribadi telah bertemu langsung menteri perdagangan untuk meminta dukungan anggaran.

Namun, ikhtiar tersebut tidak membuahkan hasil. Kementerian sendiri menyatakan tidak bisa berbuat banyak karena terbentur anggaran. "Saya minta anggaran buat Pasar Wonokriyo. Beliau pak menteri sampaikan tidak ada," sebutnya.

Zaeni kemudian mencari jalan lain dengan menemui Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini. Di hadapan ketua komisi bidang perdagangan dan BUMN, Zaeni diarahkan untuk mengambil manfaat dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) salah satu perusahaan milik negara.

"Tidak menutup celah, Ketua Komisi VI saran pakai CSR. Karena force major, faktornya terbakar. Potensi bisa dianggarkan," urainya.

Sejauh ini, lanjut Zaeni, berkas pengajuan anggaran revitalisasi Pasar Wonokriyo telah dilayangkan. Dia menyebut, setidaknya butuh anggaran sekitar Rp 6 miliar untuk revitalisasi pasar tersebut. "Soal berapa yang diberikan, tunggu saja," ujat Zaeni.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda Pasar Wonokriyo pada 17 Oktober 2024 lalu. Kebakaran mengakibatkan seluruh bangunan di blok C ludes dilalap si jago merah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Namun kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta. Pascakejadian pemkab kemudian merelokasi para pedagang terdampak ke bangunan sekitar pasar.

Salah satu pedagang terdampak, Darmono, 60, mengungkapkan, kebakaran Pasar Wonokriyo menjadi keperihatinan bersama. Dia pun mengaku tak bisa berbuat banyak, selain hanya bisa pasrah sembari menunggu perhatian pemerintah.

"Timbang di rumah bingung. Seadanya dulu. Yang penting berangkat, rezeki kan sudah ada yang atur," ungkapnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah #Pasar Wonokriyo #kebumen #Kebakaran #Kemendag #CSR