Sedikitnya ada 551 orang dilantik di area Marga Utama, kompleks Candi Borobudur, Selasa (24/6/2025).
Momentum pelantikan tersebut tidak hanya sekadar simbolis, tapi juga sarat makna.
Dari total tersebut, 548 orang merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hasil seleksi tahun 2024.
Mereka terdiri atas 274 guru, 249 tenaga teknis, dan 25 tenaga kesehatan. Ditambah tiga orang PNS yang mengikuti pengambilan sumpah/janji jabatan fungsional.
Pelantikan yang digelar secara outdoor atau terbuka ini bukan tanpa alasan. Menurut Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Magelang, Azis Amin Mujahidin, Candi Borobudur dipilih sebagai bentuk terobosan baru.
Selain itu, menjadi upaya membangun kesadaran akan nilai-nilai sejarah dan peradaban besar yang tumbuh dari Magelang.
"Biasanya pelantikan digelar di ruangan tertutup, sekarang kita coba format berbeda. Apalagi Borobudur adalah simbol peradaban dunia dari abad ke-9," ujar Azis usai pelantikan.
Pemkab juga ingin menanamkan inspirasi agar para PPPK juga bisa melahirkan karya besar dalam bentuk pelayanan publik.
Azis membuka kemungkinan pelantikan serupa dilakukan di lokasi ikonik lain di masa mendatang, tergantung evaluasi dari pelantikan kali ini.
Dia mengatakan, langkah Pemkab Magelang menjadikan situs warisan dunia sebagai latar pelantikan ASN menjadi simbol kuat bahwa pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga mentalitas dan semangat pengabdian.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengibaratkan tumpukan batu Candi Borobudur yang tersusun presisi sebagai cerminan proses pelayanan masyarakat yang harus dibangun secara sabar, tekun, dan terukur.
"Pelayanan kita juga harus dibangun setahap demi setahap dengan integritas dan kesadaran," katanya.
Dengan begitu, akan menjadi mahakarya baru di Pemkab Magelang.
Dia juga menegaskan, status ASN, termasuk PPPK bukan sekadar jabatan formal, melainkan amanah besar yang mengikat secara etika dan hukum.
Grengseng menyebut, dengan menerima SK ini, para ASN tidak lagi bebas berperilaku seperti sebelumnya. Ada aturan dan norma yang mengikat.
"Saya minta saudara menjaga sikap, perilaku, dan integritas sebagai abdi negara," tegasnya.
Menurut dia, pelantikan ini menjadi sangat berarti karena seluruh PPPK yang diangkat adalah mereka yang sudah lama mengabdi di lingkungan Pemkab Magelang.
Dengan kata lain, pengangkatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi mereka selama bertahun-tahun.
Dia pun mengajak seluruh PPPK untuk bekerja profesional dan memahami betul hak, kewajiban, serta larangan dalam status mereka sebagai ASN.
"Masyarakat menunggu kiprah nyata dari anda semua. Mari kita bangun pelayanan publik yang berkelas dan bermakna," lontarnya.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 3 Bandongan Arinda Vivi mengaku sudah mengabdi di sekolah selama lima tahun sebagai guru honorer. Dia lantas mengikuti seleksi PPPK tahap I tahun 2024 dan lulus. "Senang bisa membanggakan orang tua karena sudah menjadi cita-cita saya selama ini," paparnya.
Dia pun telah bersiap sejak semalam karena hendak dilantik di Candi Borobudur. Mengingat selama ini pelantikan diadakan di dalam gedung atau di lapangan.
Namun, kali ini berbeda dan kondisi itu praktis membuat para peserta pelantikan semakin antusias. "Sudah excited (mau dilantik di Candi Borobudur)," imbuhnya. (aya)
Editor : Bahana.