PURWOREJO - Ikhtiar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo dalam upaya penurunan angka stunting mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) secara langsung memberikan apresiasi atas pencapaian Pemkab Purworejo yang telah berhasil menekan angka stunting cukup signifikan.
Direktur Bina Kualitas Pelayanan Kemendukbangga/BKKBN Zamhir Setiawan mengatakan, penurunan angka stunting di Purworejo memang patut diapresiasi. Dia mengaku salut karena tren penurunan angka stunting di Bumi Bagelen tahun lalu dapat mencapai enam persen.
"Mudah-mudahan akan terus diperkuat lagi, sehingga angka stunting di Purworejo bisa terus diturunkan," ungkapnya, saat peringatan Harganas 2025 di Amphiteater Alun-Alun Purworejo, Senin (23/6).
Zamhir menegaskan, ada beberapa program yang akan digulirkan untuk upaya pencegahan dan penanganan stunting. Di antaranya Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Gati (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Sidaya (Lansia Berdaya) dan SuperApps Keluarga Indonesia. Program tersebut juga selaras dalam mewujudkan keluarga berkualitas. "Saya kira itu menjadi prioritas. Sekali lagi kami senang dan mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Purworejo," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan, pemerintah daerah terus berkomitmen dalam upaya penurunan angka stunting. Di samping itu akan dilakukan perluasan jangkauan program kesertaan keluarga berencana (KB) serta penguatan ketahanan keluarga sebagai pilar utama pembangunan daerah.
Yuli juga mengajak seluruh elemen bergendengan tangan dalam mencapai tujuan program keluarga berencana sesuai rencana pemerintah pusat. Menurutnya tanpa dukungan lintas sektor akan sulit mewujudkan cita-cita tersebut. "Kami menyadari keberhasilan program Bangga Kencana, tidak dapat dicapai tanpa sinergi yang kuat," ungkapnya.
Pada peringatan Harganas ini, Yuli berpesan agar seluruh masyarakat selalu meningkatkan semangat kebersamaan, peran aktif keluarga, serta penguatan nilai luhur dalam keluarga sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita