KEBUMEN - Berbagi kasih tidak harus menunggu kaya. Tidak juga perlu punya gelar dan jabatan tinggi. Prinsip ini yang kemudian menjadi pedoman kuat Paguyuban Ojek Online (Ojol) Prembun. Mereka sampai sekarang masih eksis berbagi nasi bungkus setiap Jumat.
Sudah empat tahun terakhir Ojol Prembun ikut terjun di gerakan sosial. Para driver ojol yang tergabung berinisiatif berbagi nasi bungkus. Walau hanya mampu berbagi sekepal nasi dan telur dadar. Varian menu tersebut yang kemudian menjadi dasar nama komunitas, yakni Sega Ndog. "Nama itu diambil spontanitas. Karena menur berbagi seringnya pakai nasi sama telur," kata pegiat Ojol Prembun Wagiono Jumat (20/6).
Hampir setiap Jumat, komunitas ini berbagi sedikitnya 200 paket nasi bungkus. Semua itu merupakan sumbangan diambil dari sebagian penghasilan dari ojol. Ada juga sumbangan donatur tetap, termasuk masyarakat yang peduli. "Jumat tadi 255 bungkus. Ada yang sumbang minuman dan snack," beber pria yang akrab disapa Mbah Wage itu.
Gerakan berbagi nasi bungkus ini berlangsung setiap Jumat pagi. Tepatnya di depan Kantor Cabang Pegadaian Prembun. Aksi ini terus mendapat antusias masyarakat. Tidak kurang dari satu jam ratusan nasi bungkus yang disediakan habis dalam sekejap.
Mbah Wage bercerita, rombongan ojol awalnya hanya sebatas penerima nasi bungkus. Seiring waktu dia bersama rekan lain hatinya tergerak untuk ikut andil. Dimulai menyisihkan rezeki dari hasil narik penumpang. "Ekonomi sekarang lesu. Kami merasakan, apalagi insentif dari aplikator tidak jelas. Cuma bagaimana cara bersyukur lewat berbagi," ungkapnya.
Saat ini, lanjut Mbah Wage, ada 15 driver ojol yang pro aktif membantu gerakan berbagi nasi bungkus setiap Jumat. Dia berharap gerakan ini menjadi pemantik komunitas lain, minimal sebagai embrio bagi driver ojol lain untuk peduli terhadap sesama. "Sebenarnya anggota kami banyak. Tapi ya itu, ada keluar masuk karena ketidakpastian penghasilan," katanya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita