Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jembatan Penghubung Antardesa Ambrol, Akses Warga Kamongan Srumbung Magelang Terganggu

Naila Nihayah • Jumat, 6 Juni 2025 | 21:15 WIB
MEMPRIHATINKAN: Begini kondisi jembatan penghubung antardesa di lereng Gunung Merapi, Desa Kamongan, Srumbung.
MEMPRIHATINKAN: Begini kondisi jembatan penghubung antardesa di lereng Gunung Merapi, Desa Kamongan, Srumbung.

MUNGKID – Jembatan penghubung antardesa di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Kamongan, Srumbung, Kabupaten Magelang, ambrol. Kondisi itu terjadi setelah fondasi kaki jembatan tergerus aliran air Sungai Gayam. 

Kepala Desa Kamongan Sukino menyebut, jembatan itu merupakan akses vital warga, baik untuk kegiatan ekonomi maupun jalur evakuasi bencana. Hanya saja, kondisinya cukup memprihatinkan karena jembatan itu sudah ambrol sebanyak tiga kali. 

Semula, kata dia, jembatan tersebut rusak karena hujan deras. Lalu, diperbaiki secara swadaya oleh warga pada pertengahan November 2024. "Tapi, kembali ambrol dan kini lubangnya makin besar, menyisakan badan jalan selebar sekitar dua meter," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (6/6/2025).

Dia menuturkan, jembatan itu menjadi penghubung utama antardesa. Seperti Kemiren, Kaliurang, Kamongan, dan Nglumut di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi. Dengan ketinggian sekitar delapan meter di atas Sungai Gayam dan berstatus sebagai jalan kabupaten.

Tidak hanya itu, lanjut dia, jembatan tersebut juga menjadi jalur alternatif dari wilayah Yogyakarta menuju kota atau Kabupaten Magelang. Setelah ambrol yang ketiga kalinya, kendaraan roda empat tidak bisa melintas. "Akses warga jadi terganggu, terutama saat darurat," ujar Sukino. 

Karena itu, warga bersama perangkat desa telah memasang rambu peringatan di sekitar lokasi untuk mencegah pengendara terperosok ke sungai. Pemerintah desa setempat juga telah melaporkan kerusakan itu dan mengajukan permohonan perbaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang. 

Dia menambahkan, rencananya DPUPR Kabupaten Magelang bakal membangun jembatan baru pada tahun ini. "Kami sudah kirim surat dan koordinasi dengan DPUPR. Mereka menjanjikan akan membangun jembatan ini pada tahun 2025," tambahnya.

Baca Juga: Liverpool Siap Tebus Milos Kerkez, Bek Muda Bournemouth Senilai £ 45 Juta

Ditemui terpisah, Kepala DPUPR Kabupaten Magelang David Rudiyanto mengatakan, perbaikan jembatan Gayam di ruas jalan Kamongan–Srumbung masuk dalam rencana tahun anggaran 2025. Dengan dana perbaikan yang bersumber dari APBD Kabupaten Magelang sebesar Rp 1,25 miliar. 

Nantinya, kata David, anggaran tersebut bakal dimaksimalkan untuk membangun jembatan baru. Dengan konstruksi pelat beton bertulang, panjang bentang 3 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3,5 meter. "Perlu dilakukan perbaikan tahun ini karena kondisinya sudah membahayakan," lontarnya di MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang.

David menambahkan, jembatan Gayam menjadi satu dari lima jembatan rusak di Kabupaten Magelang akibat curah hujan tinggi. Empat lainnya adalah Jembatan Sabrang Giritengah–Giripurno, Borobudur; Jembatan Kali Duren Sudimoro, Srumbung, dan Jembatan Mranggen–Polengan. 

Kemudian, proyek pelebaran Jembatan Beran, Bandongan–Salamkanci. Hanya saja, DPUPR tetap memperhatikan skala prioritas. "Kami prioritaskan perbaikan berdasarkan tingkat urgensi karena keterbatasan anggaran," jelasnya. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#jembatan penghubung #Kabupaten Magelang #ganggu lalu lintas #jembatan ambrol #Mungkid #jembatan penghubung antar desa ambruk