KEBUMEN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen mulai menggarap 21 proyek pekerjaan jalan. Proyek tersebut dibiayai dari hasil perolehan opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) 2025.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kebumen Kurnia Hadi mengatakan, opsen pajak menjadi solusi untuk peningkatan kualitas serta pemerataan layanan bidang infrastruktur. Realisasi pendapatan daerah ini kemudian diprioritaskan untuk proyek pembangunan dan pemeliharaan jalan. "Ini imbal balik pengendara bayar pajak kendaraan," ungkap Kurnia di ruang kerjanya Rabu (4/6).
Dia menguraikan, tahun ini bidang Bina Marga PUPR Kebumen menerima alokasi anggaran dari opsen PKB senilai Rp 23,4 miliar. Dari total anggaran tersebut digunakan untuk penanganan infrastruktur di 21 ruas jalan. Seperti di ruas Jalan Selokerto-Buayan, Jalan Giritirto-Plipitan, Jalan Kalikudu-Plumbon, dan Jalan Kebulusuan-Sidomulyo. "Dapat dikatakan pekerjaan merata. Tidak terpusat satu wilayah," bebernya.
Kurnia menyebut, pagu anggaran yang disediakan dari 21 proyek pekerjaan jalan bervariatif. Menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Pihaknya mematok target seluruh pekerjaan bakal rampung pada Oktober. "Sekarang kerjaan sudah mulai. Setiap jalan beda jenis penanganan. Ada pakai aspal, ada yang beton," katanya.
Dia menyatakan, selain berkaitan aksesibiltas masyarakat, program pembangunan infrastruktur melalui opsen PKB ini juga dalam rangka mendukung pengembangan Geopark Kebumen yang kini resmi berstatus UNESCO Global Geopark (UGG). Opsen PKB juga diharapkan dapat mengurangi kondisi jalan di Kebumen yang masih kurang mantap. "Kalau jadi program setiap tahun, harapan kami jalan rusak bisa berkurang," ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Kebumen Bangkit Hanis Saputro menyatakan, sudah semestinya hasil pendapatan daerah dari opsen PKB dikembalikan untuk pelayanan infrastruktur. Dia meminta dinas terkait lebih serius dalam mencari potensi pendapatan daerah. "Idealnya memang kembali buat pembangunan jalan. Bila perlu dialokasikan semuanya saja, karena cost kita buat bangun jalan sangat terbatas," bebernya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita