Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sempat Viral! TNI dan GPK Nyaris Bentrok, Kini Sudah Damai: Minta Maaf dan Bakal Patuhi Aturan Lalu Lintas

Naila Nihayah • Selasa, 3 Juni 2025 | 04:55 WIB
DAMAI ITU INDAH: Suasana Kodim 0705/Magelang usai audiensi dengan perwakilan anggota GPK Aliansi Tepi Barat, Senin (2/6/2025).
DAMAI ITU INDAH: Suasana Kodim 0705/Magelang usai audiensi dengan perwakilan anggota GPK Aliansi Tepi Barat, Senin (2/6/2025).

MUNGKID - Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Aliansi Tepi Barat dengan dua satuan tempur TNI terlibat insiden di dua lokasi berbeda.

Karena itu, Kodim 0705/Magelang dan forkopimda Kabupaten Magelang melakukan audiensi untuk mengetahui duduk perkara dari insiden itu.

Bahkan, insiden tersebut sempat viral di media sosial. Peristiwa pertama terjadi di Jalan Raya Magelang-Purworejo, Rabu (28/5/2025) lalu. Tepatnya di pertigaan tugu Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.

Dalam video, tampak anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 412/Bharata Eka Sakti, Purworejo yang mengendarai mobil dinas OZ dari arah Magelang.

Dari narasi video, mereka terjebak di tengah konvoi GPK dan meminta jalan karena sedang terburu-buru.

Hanya saja, anggota Yonif tiba-tiba didatangi anggota GPK lalu mendobrak dan menendang pintu mobil dinas itu.

Aksi tersebut praktis memicu emosi dari pengemudi mobil hingga nyaris memicu bentrokan. Namun peristiwa tak diinginkan berhasil diredam.

Sementara insiden kedua terjadi di pertigaan Brojonalan, Wanurejo, Borobudur pada hari yang sama. Adapun satuan tempur yang terlibat adalah Yonif 403/Wirasada Pratista, Sleman.

Dari video yang beredar, anggota GPK menggeber knalpot dan memancing anggota Yonif yang berada di dalam truk. Lalu, menghentikan para anggota GPK yang tengah konvoi tersebut.

Terkait kejadian itu, Kodim 0705/Magelang bersama forkopimda melakukan audiensi dengan perwakilan GPK Aliansi Tepi Barat Magelang. Audiensi berlangsung cukup lama dan ditutup dengan menandatangani surat pernyataan.

Koordinator Lapangan GPK Aliansi Tepi Barat Magelang Pujiyanto menyebut, aksi yang menjadi sorotan itu terjadi Rabu (28/5/2025).

Peristiwa itu terjadi usai anggota GPK menyampaikan aspirasi di Kantor Kemenag Kabupaten Magelang.

Hanya saja, Pujiyanto enggan menjelaskan detail persoalan yang terjadi antara anggota GPK dengan aparat militer.

"Sudah (selesai permasalahannya). Nanti tanya ke forkopimda," paparnya usai mediasi di Kodim 0705/Magelang, Senin (2/6/2025).

Meski sempat kisruh, Pujiyanto menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kondusivitas.

"Kami selaku GPK Aliansi Tepi Barat akan tetap berkomitmen untuk menjadi kontrol sistem di Kabupaten Magelang," tambahnya.

Sementara itu, Dandim 0705/Magelang Letkol Inf Jarot Susanto mengatakan, perwakilan anggota GPK telah melaksanakan audiensi.

Dia menyebut, pada forum itu mereka telah meminta maaf atas insiden yang terjadi sebelumnya.

Jarot menuturkan, anggota GPK ingin supaya persoalan atau kesalahpahaman itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kami mewadahi aspirasi dari mereka. Intinya, hari ini (kemarin, Red) sudah kita selesaikan," lontarnya.

Bahkan, kata dia, sudah ada permintaan maaf dari anggota GPK ihwal insiden yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dia berharap, ke depan anggota GPK maupun organisasi masyarakat (ormas) lain bisa menjaga kondusivitas di wilayah Magelang.

Selain itu, dia juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk saling menghargai satu sama lain.

"TNI itu bersama rakyat, mengayomi rakyat, dan kesalahpahaman yang terjadi di jalanan seperti beberapa waktu lalu, ya sudah kita selesaikan," tegasnya.

Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar menyebut, anggota GPK telah berjanji untuk mematuhi aturan berlalu lintas selama menyampaikan aspirasi.

Dalam audiensi itu, kata dia, anggota GPK juga telah menyampaikan permohonan maaf.

Kedua hal itulah, lanjut Herbin, yang menjadi poin utama dalam audiensi tersebut.

"Jadi, ada dua poin hasil audiensi. Permintaan maaf dan mematuhi aturan lalu lintas dalam menyampaikan aspirasinya," katanya.

Dia menegaskan, Polresta Magelang berkomitmen bahwa setiap pelanggar lalu lintas akan ditindak sesuai aturan perundang-undangan.

Demi menjaga kondusivitas di wilayah Magelang. "Intinya mari saling menghormati sesama pengguna jalan," tambahnya. (aya/laz)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#TNI #aturan lalu lintas #Kodim 0705/Magelang #Viral #Nyaris Bentrok #sudah damai #media sosial #GPK