Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Stok Hewan Kurban Dipastikan Cukup, Dispeterikan Kabupaten Magelang Gencarkan Pemeriksaan

Naila Nihayah • Kamis, 29 Mei 2025 | 04:45 WIB

PEMERIKSAAN: Dispeterikan Kabupaten Magelang memeriksa hewan kurban, terutama sapi di Pasar Hewan Muntilan Rabu (28/5).
PEMERIKSAAN: Dispeterikan Kabupaten Magelang memeriksa hewan kurban, terutama sapi di Pasar Hewan Muntilan Rabu (28/5).
 

 

MUNGKID - Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang memastikan stok hewan kurban di wilayahnya tercukupi. Baik kerbau, sapi, kambing, maupun domba. Dengan perkiraan stok sapi potong sebanyak 7.906 ekor, kambing 32.441 ekor, domba 20.454 ekor, dan kerbau 338 ekor.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dispeterikan Kabupaten Magelang Ichtiaryoko menuturkan, berdasarkan data populasi ternak di Kabupaten Magelang, ada 31.625 ekor sapi potong, sapi perah 816 ekor, kambing 129.765 ekor, domba 81.816 ekor, dan kerbau 1.350 ekor. Oleh karena itu, stok hewan kurban di Kabupaten Magelang dipastikan aman.

Hal itu didasarkan pada penghitungan 50 persen ternak jantan. Usia di bawah 2 tahun ada 25 persen dan 25 persen lainnya siap dikurbankan. "Untuk stok, memang dari populasi sapi (di tingkat peternak, Red) ada 31 ribu, kalau diasumsikan bahwa (sapi) jantan 50 persen, berarti ada 15 ribu. Dari jumlah itu, diambil 25 persen, kita masih ada 7 ribuan," bebernya di Pasar Hewan Muntilan Rabu (28/5).

Pada 2023 lalu, ada 4.616 ekor sapi yang dikurbankan. Untuk kambing ada 10.029 ekor dan domba 8.368 ekor. Sedangkan pada 2024, sapi yang dikurbankan ada 4.638 ekor, kambing 5.841 ekor, domba 14.992 ekor, dan satu ekor kerbau. Dari data tersebut, ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Magelang pada 2025, mencukupi.

Saat ini, dinas juga telah melakukan berbagai persiapan menjelang Idul Adha. Mulai dari pemeriksaan hewan kurban, pemberian vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) dan lumpy skin disease (LSD), hingga pelatihan juru sembelih halal (juleha).

Sejak 2025 ini, dispeterikan mencatat ada 194 ternak sapi yang terjangkit PMK. Dua di antaranya dipotong dan satu lainnya mati. Karena itu, dispeterikan rutin memberi vaksinasi PMK pada ternak sapi dan kerbau sebanyak 4.566 dosis. "Upaya itu dilakukan supaya hewan ternak tetap terjaga kesehatan dan kekebalannya," katanya.

Ichiaryoko menambahkan, dispeterikan juga membentuk tim pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban yang melibatkan sekitar 16 petugas. Selain itu, ada pula pemantauan dan pengawasa lalu lintas ternak di Pasar Hewan Grabag dan Muntilan. Supaya hewan ternak telah memenuhi persyaratan kesehatan.

Tidak hanya itu, kata dia, ada monitoring dan pembinaan kepada pedagang hewan di kandang dan lapak-lapak penjualan hewan kurban. Serta melakukan pelatihan juleha, beberapa waktu lalu. "Nantinya, kami juga melakukan pemeriksaan sebelum hewan kurban dipotong (antemortem) dan setelah dipotong (postmortem)," sebutnya.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menjamin kualitas karkas, daging, dan jeroan yang aman dan layak untuk dikonsumsi. Sekaligus mendeteksi dan mengeliminasi kelainan pada karkas, daging, dan jeroan. "Kami harus menjamin kualitas karkas, daging dan jeroan kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal yang beredar di masyarakat," imbuh dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Hewan Muntilan Prasetyo Nugroho mengatakan, keramaian pasar diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2 dan 4 Juni. Atau saat pasaran Kliwon dan Pahing. "Hari ini sudah terlihat ada peningkatan penjualan dibanding hari biasa," bebernya. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kabupaten Magelang #kerbau #Dispeterikan #kambing #Dispeterikan Kabupaten Magelang #stok #idul adha #hewan kurban #domba #sapi #dinas peternakan dan perikanan