Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

10 Hektare Lahan Pertanian di Desa Jatimulyo, Petanahan, Kebumen Terancam Rusak karena Hama Tikus

Muhammad Hafied • Rabu, 28 Mei 2025 | 04:20 WIB

 

BERANTAS HAMA: Petani Desa Jatimulyo, Petanahan menunjukkan racun tikus saat gerakan pemberantasan hama tikus Selasa (27/5).
BERANTAS HAMA: Petani Desa Jatimulyo, Petanahan menunjukkan racun tikus saat gerakan pemberantasan hama tikus Selasa (27/5).

KEBUMEN - Lahan pertanian seluas satu hektare di Desa Jatimulyo, Petanahan dilaporkan rusak akibat serangan hama tikus. Bahkan kondisi ini pun terancam meluas hingga 10 hektare.

Petugas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Petanahan Sinta Pramuningtyas menyebut, hama tikus memang sedang marak terjadi di Kecamatan Petanahan. Sebagai upaya antisipasi, pihaknya melakukan pengendalian hama dengan cara meracuni tikus. Selain itu, mendirikan rumah burung hantu yang dikenal sebagai predator alami pemangsa tikus. "Mumpung luasan lahan rusak masih sedikit, kami coba kendalikan. Ada deteksi dini," ucapnya Selasa (27/5).

Dia menjelaskan, khusus di Desa Jatimulyo ada sekitar 10 hektare lahan pertanian yang terancam rusak akibat hama tikus. Pihaknya akan terus memantau perkembangan gerakan pemberantasan hama tikus agar kerusakan lahan tidak semakin meluas. "Desa tetangga juga harus ancang-ancang. Kami sebutnya luas lahan waspada," katanya.

Kondisi ini sontak membuat para petani Jatimulyo menggalakan gerakan pemberantasan sarang tikus Selasa (27/5). Petani setempat Samsudin, 72, mengaku cukup resah dengan hama tikus yang semakin tak terkendali. Dia was-was hasil panen bakal merosot tajam. Bahkan berpotensi gagal panen jika hama tersebut tidak segera ditangani. "Sudah banyak cara, tapi tetap saja tidak mempan. Malah tambah banyak," ungkapnya saat pemberantasan hama tikus.

Samsudin mengatakan, sudah dua tahun terakhir hama tikus menjadi ancaman bagi para petani di desanya. Dari segi kuantitas maupun kualitas panen berkurang drastis karena terserang hama tikus. Kondisi ini membuat tak sedikit petani merugi. Sebab luas lahan 100 ubin, biasanya menghasilkan minimal padi satu ton. “Begitu ada tikus, cuma dapat tiga kuintal. Ya tidak balik modal," bebernya.

Petani lain Suryatmaja, 60, mengatakan, lebih sulit mengatasi hama tikus ketimbang hama lain, seperti wereng maupun keong. Dia juga mengaku heran karena sudah berulangkali dilakukan upaya pemberantasan hama tikus, namun tetap saja sulit terkendali. "Pohon itu tidak habis. Tidak dimakan utuh, tapi baru tanam 20 hari sudah banyak yang rusak," bebernya. (fid/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#desa jatimulyo #pengendalian hama #rusak #hama tikus #kebumen #lahan pertanian #balai penyuluh pertanian #padi #Petani #Petanahan