KEBUMEN - Calon jemaah haji (CJH) asal Kebumen tahun ini terdata sebanyak 1.455 orang. Dari jumlah CJH tersebut akan terbagi menjadi lima kelompok terbang (kloter) dengan jadwal keberangkatan perdana pada Kamis (29/5) mendatang.
Plh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen Salim Wazdy mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah mulai berbagai persiapan pemberangkatan. Diawali verifikasi kelengkapan berkas, cek kesehatan hingga manasik haji. Terakhir akan dilakukan pelepasan CJH menuju embarkasi.
"Jadwal sudah kami kirim. Nanti lima kloter berangkat terpusat dari Pendopo Kabumian," terangnya, Senin (26/5).
Berdasar jadwal dari Kemenag Kebumen, 1.455 CJH akan berangkat ke tanah suci secara bertahap dari tanggal 29-30 Mei 2025. Dari lima kloter yang tersedia, jam keberangkatan juga berbeda tergantung jadwal yang telah ditentukan.
Salim menjelaskan, pelayanan terbaik akan diberikan kepada CJH, mulai dari pemberangkatan, akomodasi, konsumsi, pelaksanaan ibadah, hingga kepulangan ke tanah air. Berbagai langkah strategis juga terus dilakukan guna memastikan pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan aman, nyaman dan lancar. "Ada evaluasi. Kami di daerah juga ikut berbenah," kata Salim.
Dia berpesan agar seluruh CJH tetap menjaga kondisi fisik dari mulai keberangkatan. Hal ini dinilai cukup penting, apalagi terdapat perbedaan kondisi suhu cuaca antara Arab Saudi dan Indonesia. "Haji ini ibadah kaitan fisik dan mental. Harus dipersiapkam betul," bebernya.
Sejauh ini, lanjutnya, petugas pendamping haji tingkat daerah telah terbentuk. Masing-masing petugas akan bekerja optimal untuk memberikan standar pelayanan terbaik kepada CJH. Salim menyebut, ada beberapa titik krusial yang akan menjadi perhatian petugas.
Yakni ketika CJH berada di Makkah, Madinah, Arafah, Musdzalifah dan Mina. "Petugas itu bukan cuma administratif, tapi juga ikut berjibaku melayani tamu Allah," ungkapnya.
Salah satu CJH Gunawan mengaku, dirinya telah siap secara lahir dan batik untuk melaksanakan ibadah haji. Berbagai persiapan terus dilakukan tiga hari jelang keberangkatan, termasuk dengan melakukan aktivitas olahraga rutin untuk memastikan kondisi fisik. "Setiap hari lari pagi. Mutar desa, cari keringat. Sudah siap semua. Paling tinggal upacara pemberangkatan saja," kata warga Karangsambung itu. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo