MUNGKID - Nama Desa Mranggen, Kecamatan Srumbung, mungkin belum banyak dikenal.
Namun, desa ini menyimpan beragam potensi yang layak dikembangkan sebagai destinasi wisata dan sumber ekonomi warga.
Mulai dari kerajinan, potensi wisata seperti embung, pengembangan kambing perah, hingga pertanian.
Baca Juga: Sembilan Dusun Unjuk Gigi pada Gelar Budaya Wanurejo, Borobudur
Kepala Desa Mranggen Kazis Fuadi mengatakan, wilayahnya memiliki sejumlah potensi yang melimpah. Potensi tersebut dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi warga setempat.
Desa Mranggen juga fokus pada pengembangan infrastruktur dan pemberdayaan warga.
"Potensinya ada pertanian, peternakan, kerajinan, ada juga wisata. Dan kita sedang on progress untuk desa wisata," katanya saat ditemui, Rabu (21/5/2025).
Dia mengatakan, sektor pertanian yang menjadi unggulan di desanya, yakni salak. Sebab, sebagian besar wilayahnya ditanami pohon salak, sekitar 65 persen. Warga pun banyak yang menanam pohon salak.
Biasanya, lanjut Kazis, salak tersebut dijual kepada tengkulak maupun pasar tradisional.
Hanya saja, saat ini, kondisi salak tidak begitu bagus. Terlebih saat panen raya. Mengingat sudah banyak daerah yang menanam pohon salak.
Mereka memanfaatkan susu kambing etawa untuk dijual di daerah lain. Bahkan, warga juga mengolahnya menjadi susu bubuk dengan berbagai varian rasa.
Dia berharap, potensi yang ada di Desa Mranggen ini dapat menarik minat warga lain untuk berkunjung.
"Harapan kami, Mranggen lebih maju lagi dan warga semakin sejahtera dengan adanya potensi tersebut," ucapnya. (aya/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita