MUNGKID - Sapi jenis limousin milik peternak asal Dukun Slamet Jaryanto, 60, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban.
Sapi memiliki berat satu ton. Hewan kurban itu sudah melewati proses seleksi dari Dinas Peternakan dan Perikanan (dispeterikan) Kabupaten Magelang.
Sapi limousiun milik Slemat itu akhirnya ditetapkan sebagai sapi bantuan masyarakat (banmas) presiden untuk Kabupaten Magelang.
Dia bercerita, sekitar satu bulan lalu, dispeterikan menghubungi dirinya dan menanyakan perihal stok sapi dengan berat di atas 800 kilogram.
Saat itu, stok sapi miliknya tengah kosong. Lantas, Slamet mencari sapi dengan spesifikasi yang ditentukan.
"Saya dapat dari Magersari, Kecamatan Pakis. Sudah saya rawat hampir dua tahun. Kalau berat awal setelah ditimbang 992 kg," lontarnya saat ditemui Jumat (23/5/2025).
Dispeterikan pun melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap sapi jenis limousin itu.
Ternyata, sapi itu sudah memenuhi kreteria untuk menjadi hewan kurban Prabowo. Alhasil, ada kesepakatan antara Slamet dengan perantara Prabowo.
Bahkan, Slamet sudah mengirim seluruh data yang diperlukan. Tinggal menunggu pencairan.
Dia menyebut, sapi dengan berat hampir satu ton itu dihargai Rp 95 juta. Meski dibeli oleh orang nomor satu di Indonesia itu, dia menjualnya sesuai harga di pasaran.
Sejak akad pembelian hingga saat ini, lanjut dia, sapi itu mendapat pengawasan khusus dari dispeterikan.
Bahkan ada sejumlah vitamin dan jamu yang diberikan. Supaya kesehatannya terjamin dan saat hari penyembelihan, tidak mengecewakan.
Dia menyebut, dispeterikan sudah dua kali melakukan pemeriksaan terhadap sapi milik Prabowo itu.
"Ada perawatan tersendiri seperti dikasih vitamin, obat cacing, hingga jamu. Mungkin sekarang beratnya sudah satu ton," ungkapnya.
Slamet sudah memulai usahanya menjual sapi sejak 1983. Selama itu baru kali ini dibeli oleh presiden.
Namun sapi miliknya sudah pernah dibeli oleh Aburizal Bakrie pada 2015 dan dikirim ke Cilacap dengan berat sekitar 400 kg.
Sementara itu, Kepala Dispeterikan Kabupaten Magelang Joni Indarto mengutarakan, semula dinas mengikuti rapat secara daring yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian RI.
"Di situ disampaikan bahwa Sekretariat Presiden ditugasi untuk mencari hewan kurban berupa sapi di seluruh kota/kabupaten di Indonesia," ujarnya.
Lantas, dispeterikan juga mencari informasi terkait adanya sapi dengan berat lebih dari 800 kg di wilayahnya.
Setelah dilakukan pencarian, ditemukan sapi sekitar satu ton dari peternak bernama Slamet Jaryanto asal Kecamatan Dukun.
Dispeterikan pun melakukan survei dan sapi itu sudah sesuai kriteria yang ditentukan.
Joni menyebut, sapi milik Slamet itu memiliki berat hampir satu ton. Bahkan Slamet sudah memberikan data dan mengisi surat perjanjian yang diajukan.
Nantinya sapi itu bakal dikirim ke MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang untuk dikurbankan. "Tahun ini baru kai pertama ada sapi kurban yang dibeli presiden," sebutnya.
Usai sapi itu terpilih, dispeterikan segera melakukan pemeriksaan secara kontinyu. Guna memastikan tidak adanya penyakit menular pada sapi tersebut. (aya/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita