KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen mengalokasikan anggaran senilai Rp 10,4 miliar untuk pembangunan gedung layanan kesehatan. Rencananya anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun 14 puskesmas pembantu alias pustu.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan, 14 pustu tersebut akan melengkapi 79 pustu yang telah tersedia. Selain pustu saat ini juga telah berdiri 302 poliklinik kesehatan desa atau PKD. "Akan terus bertambah atau direnovasi supaya lebih baik dan lebih maju pelayanannya," ujar Lilis Rabu (21/5).
Bagi Lilis, pembangunan pustu merupakan prioritas. Program ini akan menjadi investasi jangka panjang pemerintah dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Keberadaan pustu tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi pelayanan di bidang kesehatan.
Selain pembangunan, pemkab juga akan merehab bangunan pustu lama yang berada di empat desa. Termasuk rehabilitasi ruang ICU dan ruang Citotoxic RSUD Dr Soedirman Kebumen. "Jangan sampai bangunan ada, tapi pelayanannya tak terasa," pesannya.
Lebih lanjut, dia juga meminta optimalisasi perangkat pendukung untuk sektor kesehatan. Seperti adanya kendaraan puskesmas keliling. Lalu, memastikan ketersediaan obat serta bahan medis habis pakai. "Ini menjadi bagian dari upaya kami dalam mendukung program cek kesehatan gratis (CKG)," ujarnya.
Semantara itu, Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kebumen Iwan Danardono mengatakan, waktu kontrak pembangunan pustu akan dimulai pada Mei-Oktober. Dia menaruh harapan keberadaan pustu akan mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Berdasar data, pagu anggaran yang disediakan untuk pembangunan pustu bervariasi. Mulai dari Rp 546 juta hingga Rp 700 juta. "Juga dilaksanakan penyerahan ambulans kepada kepala Puskesmas Sempor 2 dan penyerahan poskestren kit," ucapnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita