KEBUMEN - Tiga pekan jelang Idul Adha 1446 Hijriah, sejumlah pasar hewan kurban mulai bermunculan di Kebumen. Kendati begitu, daya beli masyarakat untuk hewan kurban sejauh ini terpantau masih cenderung sepi.
Penjual hewan kurban terlihat di sejumlah titik di sekitar pusat Kota Kebumen. Seperti di pinggir Jalan Kaswari dan Jalan Tentara Pelajar. Berbagai jenis hewan kurban tersedia di lokasi penjualan hewan kurban tersebut.
Pedagang hewan kurban, Nursalim, 45, mengatakan, saat ini dia menyediakan sedikitnya 10 ekor kambing untuk keperluan kurban. Jumlah tersebut akan terus ditambah seiring mendekati Hari Raya Idul Fitri.
"Saya sudah seminggu buka di sini. Sehari satu-dua ekor laku," ungkapnya, Selasa (20/5).
Nursalim mengungkapkan, harga hewan kurban yang ditawarkan cukup bervariatif. Tergantung jenis dan ukuran hewan kurban. Dia memprediksi harga akan terus naik mendekati hari raya kurban.
"Sekarang masih Rp 3 juta - Rp 4 juta, dilihat barangnya. Mepet idul adha harganya naik Rp 300 ribu," bebernya.
Baca Juga: Lakukan Scamming pada Warga Kebumen, Pria asal Nigeria Ngaku Jadi Perempuan dari AS
Selama ini, lanjutnya, hewan yang dijual diperoleh dari peternak. Dia menjamin hewan yang tersedia dalam kondisi sehat dan layak untuk keperluan kurban.
Adapun jenis kambing yang paling diminati untuk kurban adalah jenis kambing Jawa Randu. "H-3 mulai rebutan. Sekarang jualan masih landai," katanya.
Peternak sapi asal Puring, Safingi, 38, mengaku permintaan hewan kurban kini mulai dirasakan. Lonjakan permintaan ini akan terus terjadi hingga sepekan jelang Idul Adha.
Sejauh ini banyaknya permintaan masih didominasi sapi jenis Peranakan Ongole (PO). "Yang sapi limosin masih jarang. Rata-rata itu minta sapi putih (PO) dari harga Rp 25 juta," ucapnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo