Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hotel Ganesha Berpotensi Bebani Keuangan Daerah, Wakil Ketua DPRD Purworejo Sebut Keberadaan Hotel Belum Jamin PAD

Muhammad Hafied • Senin, 19 Mei 2025 | 04:00 WIB

 

 

MANGKRAK: Pengendara motor melintas di depan bangunan Hotel Ganesha, Jalan Kolonel Sugiono, Purworejo.
MANGKRAK: Pengendara motor melintas di depan bangunan Hotel Ganesha, Jalan Kolonel Sugiono, Purworejo.

PURWOREJO - Keberadaan Hotel Ganesha membawa keprihatinan tersendiri bagi Wakil Ketua DPRD Purworejo Fran Suharmaji. Dia mendorong agar eksekutif dan legislatif segera mencari solusi alternatif. Tujuannya supaya hotel yang menelan anggaran senilai Rp 55 miliar itu tak mangkrak begitu saja.

Politisi PKB itu pun meminta Pemkab Purworejo dan DPRD Purworejo dapat berhitung cermat. Dia tak ingin keberadaan Hotel Ganesha justru membebani keuangan daerah, tanpa berdampak positif terhadap pendapatan asli daerah (PAD). "Karena bicara anggaran di Purworejo, tidak pernah turah-turah (lebih). Serba kurang, berapa pun nilainya," ucap Fran Minggu (18/5).

Fran mengatakan, penyertaan anggaran untuk Hotel Ganesha saat ini memang perlu menjadi catatan penting. Di satu sisi, kondisi keuangan daerah kini sedang dihadapkan adanya kebijakan efisiensi anggaran.

Di lain sisi, keberadaan hotel tersebut belum menjamin dari sisi PAD. "Tapi kalau teman-teman berpandangan lebih penting, ya monggo saja," ungkapnya.

Dia mengaku sedikit putus asa melihat kondisi Hotel Ganesha. Sebab hotel pelat merah tersebut kini mulai mengalami penyusutan pada kualitas bangunan. Bahkan sebagian titik bangunan hotel sudah mengalami kerusakan. "Belum apa-apa hancur. Saya tidak tahu BEP (titik balik modal) setelah sekian tahun. Kalau begini, ya kapan untungnya," kata Fran.

Dia menambahkan, penyertaan APBD untuk pembangunan hotel ini perlu menjadi pembelajaran bersama. Menurut Frans, alih-alih dapat untung, justru berpotensi akan merugi jika pembangunan tersebut tidak dibarengi kajian bisnis yang memadai. "Melihat kualitas dan kondisinya saya sendiri prihatin. Spek (spesifikasi) tidak tahu, sudah sesuai belum," bebernya.

Diketahui, proyek pembangunan Hotel Ganesha berlangsung melalui skema multiyears. Adapun pembiayaan proyek di Kelurahan Subomenggalan ini mengandalkan anggaran APBD. Keberadaan hotel ini juga digadang-gadang akan menjadi hotel klasifikasi bintang tiga.

Warga setempat Suburno, 55, meminta ada kejelasan dari kelanjutan proyek Hotel Ganesha. Sebab hotel tersebut sejatinya juga dibangun dari uang rakyat. "Sekarang kalau hujan itu bocor, plavon sudah ambrol. Tembok saya lihat juga mulai retak. Eman-eman banget," ungkapnya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#efisiensi anggaran #Hotel Ganesha #pendapatan asli daerah (PAD) #mangkrak #legislatif #DPRD Purworejo #wakil ketua #eksekutif #Anggaran #Pemkab Purworejo #solusi