RADAR JOGJA - Polres Kebumen memastikan tak gentar terhadap segala bentuk aksi premanisme. Terbukti, pada Minggu (11/5) polisi berhasil mengamankan tiga preman di kawasan Alun-alun Pancasila berhasil diringkus. Preman tersebut diringkus usai terbukti melakukan pungutan liar (pungli) kepada para pedagang saat gelaran rutin car free day (CFD).
Ketiga preman tersebut masing-masing berinisial BO, AR dan AH. Mereka tak berkutik ketika digelandang petugas. Selain menyasar pedagang, para preman tersebut juga nekat melakukan parkir liar di tepi jalan. "Mereka terbukti melakukan pungutan kepada pedagang tanpa dasar hukum yang sah," jelas Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman saat memimpin razia preman.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua bonggol karcis parkir cetakan tahun 2023. Selain itu, ditemukan juga uang tunai senilai Rp 210 ribu yang diduga dari hasil pungli. "Mereka ini tidak mengenakan seragam. Tidak dapat menunjukkan legalitas petugas parkir atau pengelola area CFD," lanjutnya.
Pada razia itu sejumlah pedagang mengaku diminta menyerahkan uang Rp 3.000 kepada pelaku setiap berjualan di area CFD. Hal ini, kata Faris, bertentangan karena tidak ada pungutan bagi pedagang ketika berjualan saat CFD di Alun-alun Pancasila.
Faris menegaskan, operasi penertiban preman akan terus berlanjut. Hal ini menjadi komitmen Polres Kebumen untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Dia juga mengimbau agar masyarakat tak takut melapor jika menemukan praktik pungli atau tindakan premanisme. "Penertiban semacam ini akan terus kami lakukan agar masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang dan nyaman," jelasnya. (fid/pra)
Editor : Herpri Kartun