Mereka ingin mendapatkan pengobatan gratis yang diadakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi). Kegiatan itu rutin dilakukan saban tahun menjelang Tri Suci Waisak.
Ketua Umum DPP Walubi Siti Hartati Murdaya mengutarakan, kegiatan bakti sosial ini terbuka untuk semua kalangan.
Dengan menggandeng TNI AU, AD, AL, Polri, dan beberap rumah sakit. Seperti RSUP dr Sardjito, RST dr Soedjono Magelang, dan National University Hospital of Singapore.
Sementara dokter yang tersedia pada bakti sosial ini meliputi dokter umum, gigi, anak, kandungan, spesialis fisik dan rehabilitasi, patologi klinik, dan lain-lain.
"Kami yakin bahwa setiap kebajikan yang kami lakukan akan memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi penerimanya, tapi juga diri sendiri," ucapnya, Sabtu (10/5/2025).
Tahun ini, kata dia, Walubi kembali menargetkan sebanyak 8.000 pasien dalam bakti sosial pengobatan gratis di Candi Borobudur selama dua hari, 10-11 Mei 2025.
Bakti sosial ini dibantu sekitar 200 dokter, 300 tenaga paramedis, dan 1.000 relawan. Ada berbagai pengobatan yang bisa didapatkan, seperti poli umum, gigi, mata, lain-lain.
Dia berharap, bakti sosial ini dapat meringankan beban warga yang membutuhkan pengobatan. Termasuk mengampanyekan toleransi beragama.
"Targetnya, kami bisa mencari kesempatan ini menolong orang. Jangan mengurusi diri sendiri, kita harus beramal," tegasnya.
Dirjen Bimas Buddha, Kementerian Agama RI Supriyadi mengapresiasi rutinitas Walubi yang mengadakan bakti sosial sejak 1996.
"Ini adalah sinergitas antara pemerintah, warga, dan lembaga keagamaan. Mudah-mudahan warga bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan baik," paparnya.
Dia berharap, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya untuk mengembangkan dan membangun kehidupan beragama di sekitar Borobudur.
Dengan begitu, akan terjalin sebuah kerukunan yang baik antarumat beragama sebagaimana yang diajarkan oleh Sang Buddha Gautama. "
Jika kita mampu mengurangi pederitaan makhluk lain, maka kita telah menciptakan kebahagiaan untuk kita sendiri," imbuhnya.
Warga Sambeng, Borobudur Siti Widayati bersyukur, dirinya bisa mendapatkan pengobatan gratis. Dia datang karena memiliki masalah dengan giginya. "Gigi saya patah dan ingin cabut sehingga saya datang ke sini," lontarnya. (aya)
Editor : Bahana.