Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Datang Sejam Lebih Cepat, Terapis Pijat Kota Magelang Sukarela Pijati Biksu Thudong di TITD Liong Hok Bio

Naila Nihayah • Sabtu, 10 Mei 2025 | 14:35 WIB
Puluhan biksu thudong bermalam di TITD Liong Hok Bio Kota Magelang, Jumat (9/5).
Puluhan biksu thudong bermalam di TITD Liong Hok Bio Kota Magelang, Jumat (9/5).

 

MAGELANG - Puluhan biksu thudong tiba di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio, Kota Magelang, kemarin (9/5). Mereka mendapat sambutan hangat dari pengurus yayasan, forkopimda, hingga umat Tri Dharma. 

 

 

Para biksu tiba di kelenteng sekitar pukul 13.15. Kedatangannya disambut oleh barongsai. Kemudian, dilanjutkan dengan mencuci kaki, menebar bunga, dan seremoni. Setelah itu, para biksu istirahat sekaligus mendapat pijat dari terapis di gedung serbaguna kelenteng.

Ketua Yayasan Tri Bakti Kota Magelang Agus Setiawan mengatakan, sudah jauh-jauh hari mempersiapkan kedatangan para biksu di kelenteng. Termasuk mengadakan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Dia menyebut, pembasuhan kaki para biksu itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan umat Tri Dharma terhadap biksu thudong yang telah berjalan kaki dari Thailand. Setelah itu, para biksu akan bermalam sehari di kelenteng. 

Keesokan harinya, mereka akan membaca paritta di dalam kelenteng dan dilanjutkan dengan pindapata di sepanjang Jalan Pemuda atau Pecinan. "Setelah itu, mereka kembali ke kelenteng untuk makan pagi dan melakukan perjalanan lagi menuju Candi Borobudur," lontarnya.  

Sementara itu, Wakil Ketua Harian TITD Liong Hok Bio Kota Magelang Gunawan menyebut, sebetulnya para biksu dijadwalkan tiba di kelenteng sekitar pukul 14.15. Namun, mereka justru tiba satu jam lebih awal. 

Begitu tiba di kelenteng, lanjut dia, para biksu disambut barongsai sebagai simbol kemakmuran, kesuksesan, dan kebahagiaan. Kemudian, umat Tri Dharma membasuk kaki para biksu sebagai bentuk penghormatan. 

Setelah itu, ada penaburan bunga dan dilanjutkan dengan seremoni. "Ada sambutan sebentar, foto bersama, dan para biksu istirahat. Kami bersyukur, teman-teman dari perkumpulan terapis pijat Kota Magelang secara sukarela memijat para biksu," sebutnya.

Malam harinya, lanjut Gunawan, ada sesi tanya jawab dengan biksu thudong di gedung serbaguna. Pada Sabtu (10/5) pukul 06.00, mereka membaca paritta di dalam kelenteng. Sekitar pukul 07.00, ada pindapata atau persembahan dana dari umat di sepanjang Jalan Pemuda. 

Sekitar pukul 08.00, kata dia, para biksu kembali ke kelenteng untuk makan pagi. Lalu, pukul 09.00, mereka melanjutkan perjalanan menuju Sekolah Tinggi Teologi Magelang hingga ke Candi Borobudur.

Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso mengatakan, menjadi sebuah kehormatan sekaligus kebahagiaan tersendiri bagi Kota Magelang karena disinggahi para biksu thudong. Menurutnya, perjalanan para biksu bukan sekadar perjalanan fisik, tapi juga perjalanan batin dan spiritual. 

Di satu sisi, dia mengaku terharu karena menyaksikan betapa antusiasnya masyarakat di sepanjang rute perjalanan dalam menyambut kehadiran biksu. "Inah wajah indah Indonesia, negeri dengan keberagaman keyakinan yang saling menghormati," sebutnya. 

Sementara itu, biksu thudong asal Thailand Bante Wichai mengaku sudah kali ketiga mengikuti tradisi berjalan kaki ribuan kilometer menuju Candi Borobudur. "Saya senang dengan sambutan masyarakat Indonesia yang sangat hangat dan welcome," paparnya. (laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#Candi Borobudur #Magelang #terapis pijat #thailand #TITD Liong Hok Bio Kota Magelang #biksu thudong dapat layanan pijat