Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dampak Kecelakaan Maut di Kalijambe, Kelas 3 hingga Kelas 6 SD IT Qur'an As Syafi'iyah Jadi Kekurangan Guru

Naila Nihayah • Jumat, 9 Mei 2025 | 10:30 WIB
Jajaran komite dan wali siswa SD IT Qur
Jajaran komite dan wali siswa SD IT Qur

 

 

MUNGKID - Kegiatan belajar mengajar (KBM) di TK maupun SD Islam Tahfidz (IT) Qur'an As Syafi'iyah, Mendut, Mungkid,  diliburkan sementara. Sekolah sedang berduka lantaran 10 gurunya yang meninggal dunia akibat kecelakaan tragis di Jalan Magelang-Purworejo, Rabu (7/5).

Berdasarkan pantauan, lingkungan TK dan SD IT Qur'an As Syafi'iyah sepi dari aktivitas anak-anak. Hanya ada sejumlah guru dan kendaraan yang diparkir di halaman sekolah. Sementara di depan sekolah berjajar sejumlah karangan bunga dari berbagai pihak sebagai ungkapan belasungkawa.

Ketua Yayasan As syafi'iyah Mendut, Magelang Habib Muhsin Syafingi mengutarakan, KBM diliburkan sementara. Baik untuk TK maupun SD, mengingat suasana masih berkabung. Namun dia belum bisa memastikan batas waktu sekolah libur.

Dia akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud) dan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang terkait tindak lanjut KBM agar berjalan baik. Terutama untuk mencukupi kebutuhan guru yang meninggal dunia.

Rencananya, Yayasan As Syafi'iyah bersama seluruh guru akan bersilaturahmi ke masing-masing keluarga guru yang menjadi korban kecelakaan. "Karena kami kehilangan 10 guru. Lima di antaranya hafizah dan sisanya guru kelas. Tentu kami sangat kehilangan karena mereka guru terbaik kami," paparnya Kamis (8/5).

Kepala SD IT As Syafi'iyah Mendut, Magelang Nurul Faizah mengatakan, untuk saat ini KBM dilaksanakan di rumah masing-masing. Dia belum bisa memastikan KBM berlangsung normal seperti biasa. "Kami belum bisa memikirkan kondisi sekolah karena masih berduka," katanya.

Namun dia memastikan, kekosongan guru di sekolahnya segera dicarikan solusi. Mengingat dari 28 guru yang mengajar, ada 10 guru yang meninggal dunia akibat kecelakaan itu. Hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi yayasan dan sekolah untuk mencari guru pengganti.

Nurul mengatakan, selama ini para guru memang dekat dengan wali siswa. Kondisi itu membuat sekolah dan wali siswa juga kehilangan sosoknya.

"Tragedi ini tentu sangat membuat kami terpukul dan syok karena kehilangan guru-guru terbaik kami," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein mengatakan, setelah diidentifikasi ada kekurangan guru SD kelas 3 hingga 6. Namun ada regulasi yang harus dipenuhi karena sekolahnya merupakan yayasan dan tidak sembarang menempatkan guru negeri.

"Karena ini guru yayasan, akan koordinasikan lebih lanjut solusi terbaik yang sesuai regulasi untuk Yayasan As Syafi'iyah ini," paparnya.

 

Editor : Heru Pratomo
#Magelang #kemenag #kekurangan guru #SD IT #Kecelakaan Maut #Mungkid #Kalijambe #Purworejo