Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Biksu Thudong akan Bermalam di Kelenteng Kota Magelang, Begini Rangkaiannya

Naila Nihayah • Rabu, 7 Mei 2025 | 00:14 WIB
TEMPAT SINGGAH: Para biksu thudong akan menginap di TITD Liong Hok Bio, Kota Magelang.
TEMPAT SINGGAH: Para biksu thudong akan menginap di TITD Liong Hok Bio, Kota Magelang.

MAGELANG - Puluhan biksu thudong dijadwalkan memasuki wilayah Kabupaten Magelang pada Jumat siang (9/5/2025). Nantinya, mereka bermalam di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio Kota Magelang. Sebelum keesokan harinya melanjutan perjalanan ke Candi Borobudur. 

Wakil Ketuaa Harian TITD Liong Hok Bio Kota Magelang Gunawan mengatakan, puluhan biksu itu direncanakan tiba di kelenteng pukul 14.15. Nantinya, mereka akan disambut oleh barongsai Singa Emas sekaligus serah terima bendera. "Kemudian, akan dibasuh kakinya dilanjutan dengan tabur bunga," ujarnya, Selasa (6/5/2025).

Setelah itu, mereka disilakan menempati tempat duduk yang disiapkan karena ada sambutan dari ketua Yayasan Tri Bakti TITD Liong Hok Bio Kota Magelang dan wali kota. Selanjutnya, biksu thudong akan bermalam dan berkegiatan di kelenteng. 

Pada Sabtu (10/5/2025), para biksu akan melaksanakan pindapata di sepanjang Jalan Pemuda atau Pecinan sekitar pukul 07.00. Umat Tri Dharma dapat berdana kepada biksu, baik berupa angpau, obat-obatan, maupun makanan dan minuman. Setelah selesai, mereka melaksanakan sarapan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sekolah Tinggi Teologi Magelang.

Ketua Umum Internasional Thudong 2025 Welly Widadi menuturkan, seperti tahun sebelumnya, para biksu akan menginap di TITD Liong Hok Bio Kota Magelang. Mereka diperkirakan tiba di kelenteng pada siang hari. Setelah itu, mereka beristirahat.

Keesokan harinya, mereka melakukan pindapata di sepanjang Jalan Pemuda sekitar satu jam. Kemudian, kembali ke kelenteng dan melanjutkan perjalanan menuju Sekolah Tinggi Teologi Magelang. Para biksu direncanakan makan siang di sana. 

Selesai makan siang, para biksu akan beristirahat sejenak sekaligus ramah tamah di Polresta Magelang. Setelah itu, para biksu melanjutkan perjalanan langsung menuju ke Candi Borobudur sekitar pukul 16.00. "Mereka akan naik ke puncak Candi Borobudur dan menginap di Catra Jinadhammo," ujar dia.

Baca Juga: Mengaku Calo Rekrutmen TNI dengan Biaya Rp 310 Juta, Penipu Asal Purworejo Diringkus dalam Operasi Pekat Progo 2025

Lalu, pada Minggu sore (11/5/2025), para biksu kembali melakukan puja bakti dan pradaksina di puncak Candi Borobudur. Selanjutnya, pada Senin (12/5/2025), mereka bakal mengikuti serangkaian kegiatan untuk merayakan Tri Suci Waisak. Mulai dari kirab hingga detik-detik Waisak.

Welly menyebut, puluhan biksu itu akan kembali ke Jakarta pada Selasa (13/5/2025) untuk mengikuti Waisak bersama umat Buddha di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Setelah itu, mereka melakukan kegiatan di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. "Hasil dari pertama kali kami pindapata, akan kami sumbangkan untuk tempat-tempat yang membutuhkan," sebutnya.

Dia mengatakan, saat berangkat dari Kota Bangkok, Thailand pada Kamis (6/2/2025), jumlah biksu yang mengikuti prosesi thudong ada 38. Dua di antaranya tidak bisa melanjutkan perjalanan karena faktor kesehatan. Namun, keduanya direncanakan menyusul rombongan pada Jumat (9/5/2025). Sebab mereka bakal melakukan puja bakti bersama di puncak Candi Borobudur. 

Para biksu itu, kata Welly, rerata dari Thailand dan Malaysia. Namun, ada pula biksu dari Indonesia. "Tahun ketiga ini, sambutan masyarakat lebih antusias dan itu terlihat dari berbagai media sosial banyak sekali umat di luar Buddhis menyambut di pinggir jalan," katanya. 

Dia mengatakan, prosesi thudong ini menjadi momentum untuk menggaungkan kembali pesan toleransi antarumat beragama di dunia. Terlebih, masyarakat Indonesia cukup terbuka dengan kedatangan para biksu thudong. Mengingat mereka juga menyediakan tempat untuk menginap, baik di masjid, gereja, pura, kelenteng, maupun vihara. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Prosesi thudong #Magelang #Thudong #Kota Magelang