PURWOREJO - Per 15 Mei 2025 akan ada penyesuaian tarif baru untuk Bus Trans Jateng. Kebijakan ini berlaku di seluruh koridor Trans Jateng, termasuk koridor Purworejo-Magelang.
Adapun penyesuaian tarif tersebut diatur melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/124 Tahun 2025 tentang Tarif Angkutan Aglomerasi Perkotaan Trans Jateng.
Kepala Terminal Kutoarjo Kuwatono menyatakan, pemberlakuan tarif baru Trans Jateng mutlak menjadi kebijakan gubernur. Dia berharap penyesuaian tarif baru ini akan menumbuhkan minat masyarakat untuk menikmati moda transportasi umum.
"Suratnya turun ke koordinator line. Tapi saya sudah dengar itu. Harapan kami Trans Jateng bisa semakin diminati," katanya, Senin (5/5).
Sesuai rencana, penyesuaian tarif baru akan berlaku aktif mulai 15 Mei 2025. Dari sebelumnya tarif khusus Rp 2.000, akan menjadi Rp 1.000.
Sedangkan tarif umum juga ikut berubah, di mana sebelumnya Rp 4.000 menjadi Rp 5.000. Adapun syarat dan ketentuan tarif khusus akan ditentukan dalam waktu dekat.
Kuwatono menjelaskan, meski terdapat kenaikan terhadap tarif umum, namun di sisi lain juga membuat lega karena tarif khusus mengalami penurunan.
Dia yakin penyesuaian tarif ini disambut positif masyarakat yang biasa mengandalkan Trans Jateng sebagai moda transportasi.
"Yang masuk kategori khusus itu lansia, pelajar sampai buruh. Tapi kami masih tunggu pemberlakuan kebijakan tarif tersebut," ucapnya.
Dia menyebut, jumlah penumpang Trans Jateng khusus koridor Purworejo-Magelang terus meningkat. Tercatat dari 42 layanan perjalanan, rerata penumpang harian mencapai total 400 orang.
"Yang di sini ada 14 armada. Kalau akumulasi penumpang bisa ribuan, karena ada naik turun di halte," ungkap Kuwatono.
Salah satu penumpang Trans Jateng Ruwaidah, 41, menyambut baik pemberlakuan tarif baru pada Trans Jateng.
Menurutnya, rencana kenaikan tarif untuk masyarakat umum tidak terlalu memberatkan. Ia pun membandingkan, ongkos yang harus dikeluarkan justru lebih besar ketika perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.
"Tidak masalah. Fasilitasnya juga nyaman. Misal pakai motor ke Magelang, ya capek, ya harus buat beli bensin," ujarnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo