MAGELANG - Puluhan massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa Magelang Raya (Ampera) melakukan aksi damai di sisi timur Alun-alun Kota Magelang, Jumat (2/5). Mereka datang dari sekitar Magelang. Seperti perwakilan dari Ungaran, Salatiga, Temanggung, maupun daerah lainnya.
Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan 'Deklarasi Dukungan Pernyataan Sikap Purnawirawan Jenderal TNI & Ulama oleh Ampera'. Selain itu, massa juga sempat membentangkan spanduk warna putih dengan tulisan 'Pecat Gibran, TTD Rakyat'.
Wakil Ketua Ampera Priyo Waspodo menjelaskan, para peserta aksi mendukung pernyataan sikap purnawirawan TNI. Total ada delapan butir pernyataan sikap. Beberapa di antaranya adalah kembali ke UUD 1945 asli sebagai tata hukum politik dan tata tertib pemerintahan.
Kemudian, mendukung program kerja Kabinet Merah Putih yang dikenal dengan Asta Cita, kecuali untuk kelanjutan IKN. Termasuk mendesak pemerintah agar melakukan penertiban pengelolaan pertambangan yang tidak sesuai dengan aturan dan UUD 1945 Pasal 33 ayat 2 dan 3.
"Kami sungguh sangat senang dengan langkah para perwira, tokoh, ulama di Jakarta, para jenderal yang telah membuat pernyataan deklarasi delapan butir," katanya usai aksi.
Menurutnya, pernyataan sikap dari punawirawan TNI itu dinilai menjadi suara warga Magelang dan sekitarnya. Sehingga aksi damai yang dilakukan itu sebagai bentuk dukungan moral dan apresiasi kepada mereka supaya gigih melanjutkan langkah perjuangan.
Aksi Ampera, kata Priyo, juga sebagai upaya untuk menyosialisasikan delapan butir pernyataan sikap itu kepada masyarakat secara luas. "Harapan kami, ini (aksi) juga menginspirasi pejuang-pejuang, patriot-patriot di daerah lain untuk menyusul," bebernya.
Saat disinggung soal spanduk bertuliskan 'Pecat Gibran', lenjut dia, spanduk tersebut di luar sepengetahuan panitia aksi. "Sejak awal itu (spanduk) tidak masuk agenda. Berarti itu, saya tidak tahu. Entah siapa yang membawa. Jadi di luar tanggung jawab panitia (aksi)," imbuhnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo