MAGELANG - Untuk kali pertama, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Magelang dilantik di puncak Kebun Raya Gunung Tidar, kemarin (30/4). Sebab, Gunung Tidar diyakini sebagai pakunya tanah Jawa yang menjadi simbol kekuatan, keteguhan, dan kesetiaan. Sehingga menjadi bekal bagi pegawai ASN untuk mengabdi kepada pemerintah dan masyarakat.
Ratusan ASN itu kompak mengenakan seragam Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Sejak pukul 06.30, mereka mulai menaiki satu per satu anak tangga menuju puncak Gunung Tidar. Kawanan monyet ekor panjang turut mengiringi perjalanan mereka. Meski harus naik-turun ratusan tangga, tapi raut semringah terpancar di wajah mereka.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut, ada 205 ASN yang dilantik di puncak Gunung Tidar. 18 di antaranya merupakan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan 187 lainnya adalah pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) formasi 2024. Selain itu, ada pula pengambilan sumpah dan janji bagi 29 PNS serta 27 PPPK yang menduduki jabatan fungsional.
Dengan begitu, sebanyak 261 ASN yang dilantik dan diambil sumpah janjinya di puncak Gunung Tidar. Damar menyebut, jumlah tersebut bukan sekadar angka. "Ini adalah suntikan energi baru bagi pemerintah dan masyarakat Kota Magelang," sebutnya di sela pelantikan.
Dia mengatakan, Gunung Tidar dipilih sebagai lokasi pelantikan karena merupakan simbol kekuatan, keteguhan, dan kesetiaan. Sebagaimana Gunung Tidar menjaga tanah Magelang dan tanah Jawa. Ketiga hal itu dapat menjadi bekal bagi para ASN untuk mengabdi.
Selain itu, Damar ingin agar keberadaan Gunung Tidar semakin dikenal luas di kalangan masyarakat. Baik untuk ziarah, berwisata, maupun berolahraga. Sebagai bagian dari program Magelang Bergaung. "Mereka saya lantik di Gunung Tidar ini supaya betul-betul sehat jasmani dan rohani," kata dia.
Diharapkan, para ASN yang telah dilantik dapat menjalankan pengabdian dengan baik serta menguatkan integritas dalam setiap tindakan. Selain itu, dia juga meminta agar ASN untuk menjaga diri dari perilaku yang negatif serta mewujudkan kesetiaan dalam setiap pengabdian kepada pemerintah dan masyarakat.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Magelang Anita Diah Lestari mengatakan, pelantikan ASN formasi 2024 ini menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. "Sebetulnya secara penganggaran, kami sudah siap sejak Februari, tapi kami menunggu kabupaten/kota lain yang belum siap," sebutnya.
Dia mengatakan, tidak semua ASN mengikuti pelantikan di puncak Gunung Tidar karena kondisi fisiknya. Sedikitnya ada delapan ASN yang mengikuti pelantikan secara daring di kantor UPT Kebun Raya Gunung Tidar. Tujuh di antaranya merupakan ibu hamil dan satu lainnya karena sakit.
Anita menambahkan, pemkot sengaja memilih Gunung Tidar sebagai lokasi pelantikan karena ingin mempromosikan kembali obyek wisata tersebut. "Ini pelantikan pertama di Gunung Tidar karena Pak Wali Kota ingin menjual ikon Kota Magelang dan memviralkannya," bebernya.
Sementara itu, seorang PPPK di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominsta) Kota Magelang Sonny Pradana mengaku senang karena telah dilantik di Gunung Tidar. Itu karena dia bersama ratusan temannya telah menunggu momentum ini hampir empat bulan lamanya.
Sonny harus menanti selama delapan tahun untuk menjadi ASN setelah dua kali gagal mendaftar. Sebelumnya, dia menjadi tenaga harian lepas (THL) di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Kota Magelang sejak 2017. "Ini ketiga kalinya saya daftar (ASN) dan alhamdulillah diterima," ungkapnya. (aya/wia)
Editor : Herpri Kartun