MUNGKID - Pemprov Jateng telah menerjunkan tim ke Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam, Sawangan, Magelang buntut robohnya tembok penampungan air pada Jumat (25/4). Selain itu, pemprov juga menyalurkan sejumlah bantuan kepada para santri yang menjadi korban.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, pemprov menurunkan tim untuk melakukan verifikasi dan menyalurkan bantuan kepada korban. Bahkan, bantuan itu datang dari seluruh stakeholder. Mulai dari BUMD hingga Baznas Jateng.
"Saya sebagai gubernur ikut berbelasungkawa sedalam-dalamnya dan mendoakan adik-adik yang menjadi korban (meninggal) husnul khatimah," tuturnya saat ditemui usai Musrenbangwil se-Eks Karesidenan Kedu di Pendopo drh Soepardi, Magelang, Senin (28/4).
Dia mengatakan, peristiwa robohnya bangunan kolam penampungan tersebut terjadi pada Jumat (25/4/2025). Penyebabnya diduga karena tanah longsor yang terjadi di dekat bangunan. Saat kejadian, para santri sedang antre untuk mandi. Sementara posisi kamar mandi tepat berada di depan kolam penampungan air.
"Sekarang masih tahap penyelidikan karena kemarinn fokus pada evakuasi dan penyelamatan korban," katanya.
Humas RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang Priyo Sulistyono menyebut, saat ini masih ada lima santri yang dirawat di rumah sakitnya. Sementara dua santri sudah diperbolehkan pulang pada Minggu. "Kalau lima santri itu, ada yang sedang menjalani operasi, ada yang masih dipantau, dan masih butuh perawatan," ungkapnya. (aya)