KEBUMEN - Banyaknya mahasiswa yang datang ke Kebumen untuk penelitian geologi membawa berkah tersendiri bagi warga Desa Karangsambung. Kondisi ini kemudian mampu membuka peluang usaha baru bagi warga setempat. Ujungnya perekonomian warga kini perlahan mulai tertata karena berangkat dari berbagai sektor usaha.
Seperti diketahui, sejak lama Desa Karangsambung menjadi pusat penelitian batuan purba. Hal ini karena didukung keberadaan kampus BRIN Karangsambung atau dulu dikenal LIPI Karangsambung. Tidak sedikit mahasiswa jurusan Geologi dari berbagai kampus ternama datang ke Karangsambung.
Kompleksitas serta keunikan jenis batuan yang ada menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Karangsambung. Catatan BRIN Karangsambung, setiap tahun tidak kurang dari 25 kampus datang ke Desa Karangsambung untuk melakukan studi lapangan. Seperti kampus ITS, Unpad, Unsoed, Pakuan, UPN, UGM, Unsri, ITB, dan Unes.
Kepala Desa Karangsambung Sentot Kusworo menyampaikan, warga bersama pemerintah desa melihat banyaknya mahasiswa yang datang untuk penelitian menjadi sebuah peluang perputaran ekonomi.
Kemudian muncul inisiatif membuka berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner, penginapan, transportasi, wisata serta usaha lain. "Ya alhamdulillah. Kami sangat senang karena bisa jadi pemasukan tambahan buat warga," jelas Sentot, Jumat (25/4).
Sentot menjelaskan, seiring waktu warga mulai melirik untuk membuka usaha penginapan sebagai potensi pemasukan. Mereka rela rumah pribadinya dijadikan homestay karena dinilai menguntungkan dari sisi pemasukan.
"Rezeki buat warga kami. Ada belasan rumah buat homestay. Tapi tetap kami minta perhatikan kenyamanan dan keamanan yang menginap," ucapnya.
Sejauh ini, kata Sentot, pemilik penginapan juga telah dibekali pelatihan untuk peningkatan kualitas pelayanan. Dengan begitu, pengunjung tidak kapok untuk kembali ke Desa Karangsambung. "Banyak pilihan, sekarang ada gedung punya ITB. Tapi kami sesuaikan budget mahasiswa. Ekonomis pastinya karena menginap tidak cuma satu atau dua hari, tapi mingguan," sambungnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo