MUNGKID - Sebuah mobil Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi (nopol) B 8708 RH terbakar di SPBU Ngabean.
Tepatnya di Dusun Krajan II, Ngabean, Secang, Kabupaten Magelang.
Kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik di dalam mobil yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM).
Mobil itu pun ludes terbakar dan hanya menyisakan kerangka.
Kapolsek Secang AKP Kamidi mengutarakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.50.
Waktu itu, pengemudi dengan inisial MNM, 29 warga Ngablak hendak mengantre untuk melakukan pengisian BBM jenis pertalite.
Namun, petugas SPBU melihat adanya percikan api yang berasal dari jeriken di bagasi mobil tersebut.
Alhasil, petugas meminta pengemudi agar memundurkan mobilnya.
Hanya saja, mobil itu tetiba terbakar saat berada di pintu masuk SPBU dan pengemudi berhasil meloloskan diri.
"Telah terjadi kebakaran mobil yang disinyalir mengangkut BBM," ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (24/4/2025).
Petugas SPBU pun segera menghubungi polsek setempat.
Beberapa saat kemudian, polisi datang untuk melakukan pemadaman secara manual karena api mulai membesar.
Sementara pemadam kebakaran (damkar) belum tiba di tempat kejadian perkara (TKP).
Selang beberapa menit, ada tiga unit mobil damkar yang membantu proses pemadaman.
Api yang berkobar itu berhasil dipadamkan setelah 15 menit sampai benar-benar nihil api.
"Setelah dingin, kami lakukan olah TKP dan kami amankan barang-barang di dalamnya, termasuk jeriken yang terbakar," katanya.
Dari peristiwa tersebut, ada dua petugas SPBU yang dilarikan ke rumah sakit akibat terkena semburan alat pemadam api ringan (APAR) saat hendak membantu memadamkan api.
"Mereka berniat membantu dengan APAR yang ada di SPBU, tapi malah muncrat dan gagal," imbuhnya.
Keduanya sesak napas dan dibawa ke RSU Temanggung dan Puskesmas Pare.
Satu di antaranya sudah diperbolehkan pulang.
Saat ini, lanjut Kamidi, pengemudi mobil tengah dimintai keterangan di Polsek Secang.
Sementara yang berhasil diamankan ada empat jeriken.
Dua jeriken kosong dan dua lainnya berisi BBM.
Kebakaran itu, kata dia, diduga terjadi akibat korsleting arus listrik mobil.
Di dalam mobil, ada delapan jeriken yang sudah terisi sebanyak 3,5 jeriken dengan total 100 liter.
BBM itu dibeli dari SPBU Secang sebanyak 30 liter dan SPBU Soropadan 70 liter. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin