MUNGKID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang bakal melakukan mediasi lanjutan ihwal penolakan warga Ngaran II Borobudur terhadap rencana kremasi jenazah konglomerat Murdaya Widyawimarta Poo. Rencananya, mediasi tersebut digelar pekan depan.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengutarakan, mediasi lanjutan itu bakal mengundang tripartit atau tiga pihak. Yakni Pemkab Magelang, perwakilan keluarga Murdaya Poo, dan warga Ngaran II. "(Kelanjutan mediasi) ya, kira-kira kalau nggak Senin atau Selasa. Kita dorong untuk diskusi," bebernya, Sabtu (19/4).
Selain itu, kata dia, mediasi lanjutan tersebut bakal didampingi oleh forkopimda. "Karena ini (penolakan kremasi) sudah isu internasional. Jadi, data-data mungkin malah lebih lengkap forkopimda daripada kami (Pemkab Magelang)," imbuh dia.
Grengseng ingin, persoalan tersebut segera diselesaikan dengan suasana yang harmoni. Saat ini, kedua pihak --keluarga maupun warga dinilai sudah sedikit mereda. Karena spanduk yang dipasang, sudah diturunkan. Selain itu, tidak ada lagi aktivitas di calon lokasi kremasi.
Baca Juga: Dugaan Rem Blong, Braaakkk! Mikrobus Tabrak Pemotor Hingga Tewas di Magelang
Tugas pemerintah, lanjut dia, untuk memfasilitasi kedua belah pihak agar tercapai kesepakatan yang saling menguntungkan. "Yang penting jangan sampai paradoks. Ajak mereka diskusi sampai nanti ketemu solusinya. Kapan? Ya, kita lihat saja prosesnya," katanya.
Grengseng berharap, kedua belah pihak terbangun satu suasana untuk saling memahami sesuai posisi masing-masing. "Tugas kami, Pemkab Magelang, ya, membangun harmoni di masyarakat dan kita bangun dengan musyawarah," sambungnya.
Untuk diketahui, warga Ngaran II Borobudur menolak rencana kremasi jenazah Murdaya Poo. Rencananya, keluarga bakal melakukan proses kremasi di lahan pertanian milik istri Murdaya Poo, Siti Hartati Murdaya pada 7 Mei 2025.
Pemkab Magelang pun mengundang kedua belah pihak untuk mediasi bersama di Ruang Bina Karya, kompleks Setda Kabupaten Magelang pada Rabu (16/4). Namun, pertemuan itu belum menemui titik terang dan bupati Magelang berencana menggelar mediasi lanjutan.
Baca Juga: Lisa Blackpink Naik Beat Karbu Bikin Heboh! Ini Tips Biar Motormu Nggak Ikutan Mogok
Warga pun memasang spanduk penolakan rencana kremasi tersebut di beberapa titik pada Kamis (17/4). Namun, spanduk itu sudah diturunkan pada Jumat siang (18/4). Meski begitu, warga kukuh menolak pelaksanaan kremasi di Dusun Ngaran II.
Kepala Dusun Ngaran I dan II Borobudur Maryoto menegaskan, warga berkomitmen untuk menghormati dan mengikuti mediasi yang dilakukan pemkab. "Tapi, tetap sama (menolak kremasi di Ngaran II), cuma sekaeang kita ganti yang bermartabat, tidak anarkis dan sebagainya," lontarnya.
Dia berharap, persoalan ini tidak menimbulkan gejolak dan menghambat aktivitas warga. Dia bersama warga lain pun bakal menunggu menunggu agenda mediasi lanjutan. (aya)
Editor : Heru Pratomo