Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jumat Agung di Kota Magelang, Diawali Kirab Salib Hingga Kisahkan Sengsara Yesus

Naila Nihayah • Jumat, 18 April 2025 | 19:37 WIB
VISUALISASI: Ratusan umat Katolik di Magelang mengikuti relfeksi sengsara dan kematian Yesus Kristus, Jumat (18/4/2025).
VISUALISASI: Ratusan umat Katolik di Magelang mengikuti relfeksi sengsara dan kematian Yesus Kristus, Jumat (18/4/2025).

MAGELANG - Ibadah Jumat Agung di Gereja Santo Ignatius Kota Magelang diawali dengan kirab salib. Kirab tersebut diikuti oleh ratusan umat Katolik dari belasan wilayah. Tujuannya untuk mengajak umat agar lebih menghayati pengorbanan Yesus dalam rangkaian ibadah Paskah. Sekaligus ambil bagian dalam menyatukan keberagaman di Kota Magelang.

Ratusan umat kompak membawa salib. Beberapa wilayah tampak mengenakan pakaian adat maupun gereja masing-masing. Ada pula penampilan drumband, tari grasak oleh komunitas Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Gatang. Lalu, ada penampilan barongsai dan rebana dari wilayah Yohanes.

Kirab salib itu diawali dengan berjalan dari gereja. Lalu, berjalan menuju Jalan Veteran, lanjut ke Jalan A Yani, dan singgah di alun-alun selatan. Tepatnya di depan Mako Polres Magelang Kota. Setelah itu, umat Katolik melanjutkan perjalanan untuk kembali ke gereja dengan hening. 

Sebab, ada peragaan Yesus yang memanggul salib, lengkap dengan beberapa prajurit. Dengan terseok-seok, pemeran Yesus tetap menuntaskan perjalanannya sampai ke gereja. Visualisasi jalan salib itu menjadi upaya agar umat Katolik mengingat kembali kisah Yesus Kristus. Mulai dari dicambuk, didera, hingga wafat dengan disalib. 

Ketua panitia kirab salib Albertus Indra Febriawan mengutarakan, kegiatan ini dilakukan untuk memperingati wafatnya Yesus Kristus. Sekaligus menyatukan keberagaman di Kota Magelang. "Umat Katolik berjalan mengikuti pemeran Yesus yang memanggul salib menuju gereja," katanya, Jumat (18/4/2025).

Saat mengikuti tokoh Yesus memanggul salib, suasana kirab mulai hening. Hal itu sebagai bagian dari renungan umat Katolik karena Yesus telah mengorbankan dirinya demi dosa manusia. Masing-masing wilayah dan umat pun membawa salib sebagai bentuk penghormatan kepada Yesus.

Begitu tiba di halaman gereja, ada visualisasi yang menceritakan kisah Yesus. Mulai dari dijatuhi hukuman hingga penyaliban. Terutama ketika Yesus ditangkap oleh tentara Romawi di bawah Pemerintahan Pontius Pilatus, hingga meninggal di Bukit Kalvari (Golgota). 

Puncaknya, ketika tokoh yang memerankan Yesus memperagakan diri disalib. Selama visualisasi berjalan, umat Katolik tampak menyimak rentetan kejadian yang menimpa Yesus. Setelah itu, ada ibadah singkat di dekat tokoh Yesus saat disalib.

Dia berharap, rangkaian ibadah Paskah ini bisa lebih menggema. Supaya umat Katolik turut menghayati pesan-pesan yang tertuang dalam Alkitab. "Harapannya, umat bisa mengingat bahwa Yesus menderita dan berkorban demi umat Katolik," bebernya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, kirab salib ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan tidak menghalangi kebersamaan. "Bahwa nilai-nilai seperti pengorbanan, kasih, dan ketulusan adalah nilai-nilai yang bersifat universal dan menjadi milik kita bersama," katanya. 

Dia juga menegaskan bahwa kerukunan adalah aset paling berharga bagi pembangunan. Untuk itu, dia berpesan agar masyarakat Kota Magelang ikut menjaga dan merawat suasana agar kondusif, melalui kolaborasi dan saling menghargai. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#jumat agung #Paskah #yesus kristus #Kota Magelang