Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Total 411,8 Kilometer, 269 Kilometer Jalan di Kebumen Belum Mantap

Muhammad Hafied • Jumat, 18 April 2025 | 04:57 WIB
Kepala DPUPR Kebumen Joni Hernawan.
Kepala DPUPR Kebumen Joni Hernawan.

KEBUMEN - Kondisi jalan di Kebumen mayoritas dalam kondisi baik. Totalnya mencapai panjang 411,8 kilometer. Namun begitu, pemerintah daerah kini masih punya tanggungan penyelesaian jalan rusak sepanjang 269 kilometer.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kebumen mencatat ada 40,49 persen jalan di Kebumen kategori baik alias mantap. Sedangkan sisanya 10,12 persen atau 102,9 kilometer dalam kondisi rusak berat dan 166,8 kilometer kondisinya rusak ringan.

Kepala DPUPR Kebumen Joni Hernawan menyampaikan, kondisi jalan rusak menjadi perhatian serius antara eksekutif dan legislatif. Berbagai upaya akan terus dilakukan untuk mengurangi prosentase jalan rusak. "Yang menjadi isu sekarang infrastruktur jalan. Kami menuju ke arah sana," ungkap Joni, Kamis (17/4).

Dia tak memungkiri penanganan infrastruktur jalan cukup tertatih, mengingat adanya keterbatasan anggaran. Belum lagi, bantuan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat juga diprediksi tidak cair. Kondisi ini yang membuat pemerintah daerah perlu menentukan sikap sebelum merumuskan kebijakan skala prioritas di bidang infratsruktur. "Tentu kami buat strategi. Lihat prioritas dan aspek pemerataan pelayanan. Tidak bisa selesaikan satu ruas sekaligus," unngkapnya.

Di tahun 2025, sebut Joni, alokasi anggaran khusus bidang infrastruktur jalan di Kebumen hanya berkisar Rp 51 miliar. Total anggaran tersebut dinilai belum ideal untuk efektifitas penanganan jalan rusak. "Anggaran memang jauh dari kebutuhan ya. Karena kerusakan jalan sekarang itu 269 kilometer," bebernya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kebumen Dwi Alhadi menyampaikan, penanganan jalan rusak di tengah keterbatasan anggaran memang cukup dilematis. Menurut Dwi, minimnya anggaran ini akan menanggung banyak konsekuensi, di antaranya menghambat pemerataan pembangunan dari sisi infrastruktur. "Probelematika tersendiri. Saya lihat renstra (rencana strategis) di infrastruktur lima tahun ke depan sangat datar. Kalau anggaran tidak ditambah, sulit menyelesaikan jalan rusak," terangnya.

Dwi menerangkan, penanganan jalan rusak di Kebumen memang perlu dilakukan secara bertahap. Sebab butuh anggaran sedikitnya Rp 800 miliar untuk persoalanan tersebut, sementara anggaran dari pagu indikatif yang tersedia masih jauh dari kebutuhan. "Harapan kami ya ada pemerataan. Karena kalau buka dokumen punya PU, kita itu punya 289 ruas jalan. Ada 1.000 lebih kilomteter jalan K1," pungkas Dwi. (fid)

Editor : Herpri Kartun
#jalan rusak #dana alokasi khusus #infrastruktur