Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gerebek Getuk di Kota Magelang, Dua Gunungan Ludes Diserbu Warga Hanya Dalam Hitungan Menit

Naila Nihayah • Minggu, 13 April 2025 | 21:09 WIB

 

SEMARAK: Warga berebut gunungan getuk dan palawija di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (13/4).
SEMARAK: Warga berebut gunungan getuk dan palawija di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (13/4).
MAGELANG - Dua gunungan getuk dan 17 gunungan palawija ludes dalam hitungan menit. Itu karena antusiasme warga yang tinggi untuk menggerebek gunungan tersebut.

Kegiatan ini rutin dihelat saban tahun untuk merayakan Hari Jadi Kota Magelang, yang jatuh pada 11 April. Bahkan, gerebek getuk sudah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Untuk diketahui, getuk merupakan penganan yang terbuat dari singkong khas kota ini.

Itulah mengapa Kota Magelang dijuluki sebagai Kota Getuk.

Ribuan warga dari berbagai daerah pun tumpah ruah di Alun-alun Kota Magelang.

Mereka tampak semangat menyaksikan serangkaian kegiatan gerebek getuk yang diadakan Pemkot Magelang. 

Kegiatan ini diawali dengan prosesi penetapan perdikan Mantyasih. Lalu, dilanjutkan kirab bregada dari masing-masing kelurahan dan membawa 17 gunungan palawija.

Sebagai simbol ungkapan syukur. Kemudian, pembacaan riwayat hari jadi dan selayang pandang Kota Magelang.

Selanjutnya, disusul oleh sendratari kolosal Babad Mahardika yang diikuti oleh para siswa maupun dari sanggar tari Kota Magelang.

Setelah selesai, barulah dua gunungan getuk dibawa menuju tengah alun-alun. Termasuk 17 gunungan palawija.

Kemudian, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memberikan aba-aba untuk digerebek.

Warga pun berduyun-duyun merayah getuk hingga palawija. Tak ayal, banyak warga yang tidak mendapat bagian.

Tetapi, banyak juga yang semringah usai mendapatkan banyak getuk dan palawija.

Damar menuturkan, gerebek getuk menjadi bagian dari nguri-uri budaya. Dia pun mengapresiasi seluruh elemen yang telah mendukung kegiatan tersebut.

"Usia 1.119 tahun adalah usia yang sudah sangat mantap. Artinya Kota Magelang memiliki peradaban yang tinggi di tanah Jawa," bebernya, Minggu (13/4/2025).

Damar menyebut, gerebek getuk ini akan diadakan setiap tahun. Itu sebagai salah satu upaya untuk menggaungkan Kota Magelang agar semakin dikenal di seluruh Indonesia.

Sekaligus menjadi upaya promosi wisata di Kota Magelang. "Kita akan gaungkan sehingga menambah khazanah di negeri ini," imbuhnya.

Dia berharap, dengan adanya gerebek getuk ini akan mendatangkan warga luar Kota Magelang.

Sehingga bermuara pada kesejahteraan warga Kota Magelang. Terlebih, kegiatan ini sudah mendapatkan HKI dan masuk dalam kalender event pariwisata di Jawa Tengah.

Sementara itu, salah satu penggagas gerebek getuk Tri Setyo Nugroho menjelaskan, kegiata ini rutin digelar untuk merayakan Hari Jadi Kota Magelang.

Dia menuturkan, tradisi ini merupakan catatan singkat bagaimana Kota Magelang telah berdiri sejak ribuan tahun lalu.

Catatan itu, kata dia, divisualkan dalam wujud prosesi seni dan budaya yang atraktif. Serta menggandeng para seniman.

"Ada sajian sendratari kolosal dengan 260 penari dan didukung oleh tenaga artistik, koreografer, dan pengrawit berjudul Babad Mahardika," katanya.

Dia mengatakan, sendratari tersebut bercerita soal sejarah Kota Magelang yang dimulai dari era Mataram Kuno atau abad ke-9.

Sejarah dimulai ketika banyak musuh luar menyerbu untuk menguasai Magelang.

Dulunya, Magelang dikenal sebagai wilayah 'transit' orang-orang dari luar daerah yang hendak beribadah di dataran tinggi.

Dari aktivitas tersebut, terjadilah akulturasi perdagangan, budaya, sosial, dan sebagainya.

Singkat cerita, Raja Diah Balitung yang merupakan penguasa pulau Jawa memberikan tanah perdikan atau kemerdekaan kepada rakyat.

Artinya, warga dibebaskan membayar upeti atau pajak. Mereka pun menyambutnya dengan suka cita.

Sejarah Kota Magelang ini tertulis dalam prasasti Poh dan prasasti Mantyasih.

"Harapannya, setiap tahun ada perubahan agar warga penasaran dan menyaksikan (gerebek getuk). Titik sejarah di Mantyasih juga menjadi destinasi pariwisata," ujarnya. (aya)

Editor : Bahana.
#gerebek #gunungan #Kota Magelang