Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dipusatkan di Banyuurip, Panen Raya di Purworejo Gunakan Combine Harvester

Muhammad Hafied • Rabu, 9 April 2025 | 02:29 WIB
Pj Sekda Purworejo Achmad Kurniawan Kadir memimpin panen raya serentak nasional di Kelurahan Borokulon, Kecamatan Banyuurip.
Pj Sekda Purworejo Achmad Kurniawan Kadir memimpin panen raya serentak nasional di Kelurahan Borokulon, Kecamatan Banyuurip.

 

 

 

PURWOREJO - Kabupaten Purworejo menjadi bagian panen raya serentak nasional yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto. Di Purworejo, panen raya dipusatkan di Kelurahan Borokulon, Kecamatan Banyuurip.

Pj Sekda Purworejo Achmad Kurniawan Kadir menyampaikan, Kabupaten Purworejo terus berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional. Yakni, salah satunya dengan berpatisipasi secara virtual dalam panen raya serentak bersama presiden.

Panen raya ini sebagai wujud nyata dalam mewujudkan swasembada pangan. "Kami melaksanakan panen raya padi serentak di 14 provinsi. Di Purworejo panen menggunakan mesin combine harvester," ungkapnya saat panen raya padi, Senin (7/4).

Kegiatan panen raya serentak juga menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta peran aktif petani terkait kemandirian pangan. Sejauh ini, lanjut Kurniawan, pemerintah daerah terus mendukung program menyangkut sektor pertanian.

Hal ini dilakukan untuk menjaga produktivitas pangan serta mewujudkan tata kelola pertanian berkelanjutan. Dia berharap, produksi padi di Purworejo setiap tahun dapat terus meningkat.

Kurniawan juga bersyukur saat ini pemerintah telah menerapkan intervensi harga wajar untuk hasil pertanian. Pemerintah melalui Bulog menjadi agen yang menunjukkan keberpihakan terhadap kalangan petani.

"Hasil panen akan diserap Bulog langsung. Semoga sinergi Bulog dengan petani dan pihak terkait selalu terjalin dengan baik," ucapnya.

Kepala Gudang Bulog Butuh Erdianto menyampaikan, sampai saat ini masih dilakukan penyerapan gabah dari petani. Adapun bulog sendiri akan membeli gabah petani berdasar harga pembelian pemerintah (HPP) senilai Rp 6.500 per kilogram.

Bulog juga telah bekerjasama dengan tujuh mitra di Purworejo guna mempermudah jangkauan ke tingkat petani. "Masih terus. Kami sistem jemput bola ke petani langsung," ungkapnya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Pertanian #panen raya #Banyuurip #serentak #padi #Combine Harvester #Purworejo