Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Libur Lebaran, Sejam Pak Ogah di Simpang Tiga Sokka Lama Kebumen Kantongi Rp 60 Ribu

Muhammad Hafied • Selasa, 8 April 2025 | 15:30 WIB

 

URAI KEMACETAN : Relawan pengatur lalu lintas atau biasa disebut Pak Ogah berjibaku mengurai kepadatan kendaraan di Simpang Tiga Sokka Lama, Kebumen.
URAI KEMACETAN : Relawan pengatur lalu lintas atau biasa disebut Pak Ogah berjibaku mengurai kepadatan kendaraan di Simpang Tiga Sokka Lama, Kebumen.
 

 

 

KEBUMEN - Relawan pengatur lalu lintas di simpang jalan atau biasa disebut Pak Ogah ikut kecipratan berkah imbas dari kepadatan kendaraan pemudik. Bahkan hanya satu jam bekerja, mereka mampu mengantongi uang Rp 60 ribu dari pengendara yang melintas.

Seperti diungkapkan Wagiman, 54, relawan pengatur lalu lintas di Simpang Tiga Sokka Lama, Pejagoan. Dia berkata, momentum libur lebaran membawa keuntungan tersendiri. Pendapatannya kini naik hingga dua kali lipat ketimbang hari biasa.

"Hasilnya tetap beda, yang lewat juga beda. Rp 50 ribu – Rp 60 ribu ya dapat lah," ungkapnya, Senin (7/4).

Wagiman menjelaskan, di Simpang Tiga Sokka Lama terdapat tujuh relawan pengatur lalu lintas. Setiap hari para relawan akan bertugas berdasar sif secara bergilir.

Masing-masing relawan mendapat jatah jaga hanya berdurasi satu jam. "Setiap satu jam ganti. Dari pagi sampai malam. Saya kebetulan dapat pukul 10.30 sampai selesai," bebernya.

Warga Desa Ampelsari, Kecamatan Petanahan itu bercerita, menjalani keseharian sebagai pengatur lalu lintas cukup berisiko. Penghasilan yang didapat sebenarnya tidak sebanding dengan risiko yang diterima.

Belum lagi ketika terjadi kecelakaan, dia harus ikut menjalani proses hukum sebagai saksi. "Yang jaga itu sudah ada data di polsek. Begitu ada kecelakaan nanti dilihat jam siapa. Terus dipanggil," jelasnya.

Setiap hari, kata Wagiman, dia juga harus menghadapi watak pengendara yang berbeda-beda. Namun begitu, seiring waktu sudah menjadi terbiasa setelah 10 tahun menjalani pekerjaan sebagai pengatur lalu lintas.

"Biasanya, sudah tahu penuh tetap nerobos. Ya saya kembalikan lagi, risiko tanggung sendiri," lanjutnya.

Relawan lalu lintas lain Yusuf Mirza, 37, menyampaikan, bertugas mengatur lalu lintas pada musim libur lebaran terbilang menguntungkan. Menurutnya tumpukan kendaraan yang melintas berbanding lurus dengan pendapatan yang dihasilkan.

"Kami tidak boleh maksa. Dari pak polisi itu tidak ada larangan dan perintah. Yang penting kalau tidak dikasih jangan marah," sebutnya.

Dia mengungkapkan, arus lalu lintas sejauh ini terpantau relatif stabil. Sejak H+1 hingga H+7 lebaran arus lalu lintas ramai lancar dengan kendaraan arus balik serta kendaraan yang menuju destinasi wisata.

"Kalau dibilang ramai sih ramai ya, libur sekolah lama juga. Jadi tumbrung dengan orang mau wisata," jelasnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Pejagoan #relawan pengatur lalu lintas #kebumen #pemudik #simpang tiga #Pak Ogah #libur lebaran