MUNGKID - Warga Dusun Ngampel, Sengi, Dukun, Kabupaten Magelang Riyan Bumantoro, 34 dilaporkan hilang sejak Jumat (4/4) lalu.
Karena itu, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, relawan, hingga warga setempat bersama-sama mencari keberadaan Riyan. Beruntung, Riyan ditemukan dalam kondisi selamat di Boyolali, Senin (7/4).
Baca Juga: PHK Melonjak 4 Kali Lipat: 18.610 Orang Kehilangan Pekerjaan di Februari 2025!
Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur Basuki menyebut, pencarian mulai dilanjutkan dengan menyisir dari Stabelan, Boyolali sampai Babadan, Dukun, Kabupaten Magelang.
Tim gabungan pun menyebar beberapa tim di sembilan titik. Berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga, Riyan cendurung orang yang tertutup atau introvert.
Tidak hanya itu, ketika melihat orang banyak, Riyan justru memilih untuk menghindar. Itulah yang menjadi tantangan bagi tim gabungan untuk melakukan pencarian.
"Karena biasanya kalau mencari orang, dia tahu dicari, akan teriak, memanggil. Tapi, kalau ini melihat orang menghindar. Ya, memang agak sulit," ujarnya di rumah Riyan, Senin (7/4).
Beruntung, setelah dilakukan pencarian di beberapa titik, Riyan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat sekitar pukul 12.10. Tepatnya sekitar 10 kilometer (km) dari rumahnya di Stabelan, Tlogolele, Selo, Boyolali atau di lereng Gunung Merapi. Setelah itu, Riyan dibawa pulang ke rumah.
Termasuk soal cara Riyan bertahan selama empat hari. "Katanya dia makan rumput dan minum air untuk bertahan. Dan tidak pernah minta-minta ke warga," ujarnya.
Kepala Desa Sengi Waji menuturkan, warganya yang bernama Riyan mengalami gangguan mental. Beberapa hari belakangan, Riyan kerap pergi dari rumah, tapi tidak terlalu jauh dan main di sungai, terutama di Sungai Tlingsing.
"Sementara untuk 5 April, dia pergi dari rumah sampai Minggu belum ditemukan dan baru ketemu hari ini (Senin, Red). Warga sudah berkali-kali mencari di bantaran Sungai Tlingsing karena sering main ke situ," kata Waji. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo