KEBUMEN - Gelaran halalbihalal atau open house Bupati dan Wakil Bupati Kebumen pada Senin (7/4) pagi disambut antusias masyarakat. Berbagai elemen masyarakat tumpah ruah di Pendopo Kabumian pada pertemuan tersebut.
Sebagian dari mereka rela datang lebih pagi hanya untuk sekadar menikmati sajian yang tersedia.
Seorang warga Desa Plumbon, Kecamatan Alian, Mujiono, 42, mengaku rela menunggu lama demi mengikuti halalbihalal yang diselenggarakan pemerintah daerah. Dia sengaja datang bersama rombongan keluarga untuk menghindari tumpukan antrean warga yang datang.
"Saya datang dari jam 07.00. Nunggu enggak masalah. Yang penting bertemu bupati sambil nyicipi makanan," ungkapnya.
Halalbihalal ini merupakan agenda perdana di era kepemimpinan Lilis Nuryani dan Zaeni Miftah. Kedatangan masyarakat pun tak terbendung. Semula, panitia penyelenggara hanya menyediakan 15.000 porsi makan gratis, namun saking banyaknya masyarakat yang datang kemudian ditambah menjadi 17.500 porsi.
Adapun kebutuhan makanan tersebut diambil dari 75 pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di kawasan Alun-alun Pancasila. "Dengan saling srawung, menyapa dan mendoakan, semoga akan semakin solid, guyub dan rukun," ucap Bupati Lilis.
Lilis mengaku senang dan bangga karena dapat menyapa warga tanpa terkecuali. Menurutnya, halalbihalal selain sebagai wadah silaturahmi, tapi juga tradisi yang memiliki makna membangun semangat kebersamaan. "Dalam suasana penuh berkah ini, mari jadikan perbedaan sebagai kekuatan," pesannya.
Lilis menaruh harapan agenda halalbihalal dapat dijadikan momentum menampung ide dan masukan dari warga dalam konteks pembangunan daerah.
Tak lupa, ia juga mengajak ASN di lingkup Pemkab Kebumen untuk menjadikan Idul Fitri ini sebagai ruang memperbarui niat dalam kerangka pengabdian.
Selain itu ia meminta para ASN untuk terus memperkuat komitmen serta dedikasi dalam melayani masyarakat. "Demi terwujudnya pelayanan masyarakat lebih baik dan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih," terangnya.
Salah satu PKL Ridwan Hakim mengaku senang sudah dilibatkan dalam open house. 250 porsi mi ayam buatannya seketika ludes diburu masyarakat yang datang ke gelaran tersebut.
Dia berharap agenda serupa dapat digelar di tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak PKL. "Karena sudah diborong ya, pastinya terima kasih. Dagangannya laris manis. Ini juga sekaligus promosi untuk UMKM," bebernya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo