Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ludes Dalam Sekejap! Ribuan Warga Kabupaten Magelang Berebut Lima Gunungan Kupat dan Palawija

Naila Nihayah • Minggu, 6 April 2025 | 21:31 WIB

 

SEMARAK: Warga berduyun-duyun datang ke Lapangan drh Soepardi untuk mengikuti gerebek kupat, Minggu (6/4/2025).
SEMARAK: Warga berduyun-duyun datang ke Lapangan drh Soepardi untuk mengikuti gerebek kupat, Minggu (6/4/2025).

MUNGKID - Ribuan warga Kabupaten Magelang tumpah ruah di Lapangan drh Soepardi.

Mereka datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan gerebek kupat yang dimulai pukul 11.00.

Di dalam kupat, bukan diisi dengan makanan yang terbuat dari beras, melainkan uang. Mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 100 ribu. Ada pula voucher wisata.

Kegiatan ini diawali dengan kirab dari dua titik. Kirab pertama yang terdiri dari bupati dan forkompimda berjalan dari pendopo rumah dinas, ditambah dengan gunungan kupat.

Lalu, kirab kedua dimulai dari MAJT An-Nuur yang diikuti berbagai kesenian daerah. Mereka mengarak gunungan kupat menuju Lapangan drh Soepardi.

Total ada lima gunungan yang dibawa, dua di antaranya berukuran besar berisi ribuan kupat dan tiga lainnya berisi palawija.

Warga pun sudah memadati kawasan lapangan dan menanti gerebek kupat.

Namun, kegiatan itu sempat ricuh karena sebelum ada aba-aba, warga sudah menjarah kupat.

Padahal, gunungan kupat itu rencananya hendak digerebek di tengah lapangan.

Hanya saja, warga sudah mengambilnya sebelum gunungan itu dibawa ke tengah lapangan.

Alhasil, kondisinya ricuh dan tidak dapat dikendalikan.

Setelah beberapa menit, lima gunungan kupat dan palawija ludes tak bersisa.

Ketua penyelenggara Tri Setyo Nugroho mengatakan, gerebek kupat merupakan event budaya yang pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Magelang saat momentum Lebaran.

Karena sebelumnya hanya diadakan di Dusun Dawung, Banjarnegoro, Mertoyudan.

Dia menyebut, total ada lima gunungan yang terdiri dari 6.000 kupat yang diarak dari MAJT. Masing-masing kupat berisi uang mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 100 ribu serta voucher wisata di Kabupaten Magelang.

"Kami doakan dulu supaya energi positif dari event ini bisa tersiar dengan baik," paparnya, Minggu (6/4/2025).

Selain gerebek kupat, kata dia, ada 17 kesenian yang ikut andil meramaikan kegiatan.

Sehingga menjadi embrio dan memunculkan event-event budaya, serta bisa menjadi ikon di Kabupaten Magelang.

"Nantinya bisa menjadi stimulan seni budaya dan pariwisata di Kabupaten Magelang," imbuhnya.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengutarakan, gerebek kupat sebetulnya bukan agenda baru. Namun, skalanya masih di tingkat dusun.

"Jadi, kami dorong untuk ditingkatkan di skala kabupaten agar turut berperan dalam pemajuan Kabupaten Magelang," lontarnya.

Dia berharap, gerebek kupat ini akan menjadi agenda rutin tahunan saban Syawal di Kabupaten Magelang.

Tidak hanya menghadirkan atraksi budaya, tetapi juga menggandeng para pelaku UMKM. Supaya bisa menggerakkan roda ekonomi.

Hanya saja, lanjut Grengseng, ke depan pelaksanaan gerebek kupat ini dapat ditingkatkan lagi.

Termasuk kesiapan dari panitia. "Panitia mungkin belum siap karena hitungannya tidak sebesar ini, tapi alhamdulillah antusias warga luar biasa," sebut dia.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menilai, gerebek kupat menjadi momentum kebangkitan warga Kabupaten Magelang.

Terutama pemberdayaan ekonomi dan warganya. "Jadi, saya pikir ini (gerebek kupat) bukan sekedar prosesi seremonial, tetapi ini adalah momentum bagi Kabupaten Magelang untuk bangkit," bebernya. (aya)

Editor : Bahana.
#Gerebek Kupat #jawa tengah #idulfitri