KEBUMEN - Banjir kembali terjadi di Kebumen. Kali ini banjir merendam 22 wilayah desa yang tersebar di tujuh kecamatan.
Bencana banjir tersebut dampak dari cuaca ekstrem, di mana hujan intensitas tinggi disertai angin kencang mengguyur wilayah Kebumen sejak Jumat (28/3/2025) sore.
Kondisi ini akibat tanggul Sungai Karanganyar jebol hingga menggenangi permukiman warga. Dari peristiwa tersebut 72 kepala keluarga (KK) dengan total 204 jiwa terdampak.
Mereka terpaksa harus diungsikan ke tempat aman lantaran ketinggian banjir mencapai 1,5 meter.
Petugas reaksi cepat juga mengerahkan perahu karet serta peralatan lain dalam proses evakuasi warga.
"Sudah mulai surut. Kami juga dirikan dapur umum untuk mencukupi kebutuhan permakanan warga," kata Kepala BPBD Kebumen Udy Cahyono, Sabtu (29/3/2025).
Dia menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana kali ini. Adapun petugas masih fokus penanganan terhadap tanggul sungai yang jebol.
Pihaknya juga memastikan bantuan permakanan untuk warga terdampak tercukupi sampai situasi kembali normal.
"Sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing," ucapnya.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani meminta ada penanganan cepat atas peristiwa tanggul jebol.
Baca Juga: Ngaturaken Sugeng Riyadi! 7 Ucapan Sungkeman Bahasa Jawa yang Bikin Momen Lebaran Makin Haru
Ia ingin penanganan darurat lebih diutamakan, terlabih saat ini sudah mendekati lebaran. Lilis berharap terjadinya bencana jelang lebaran tidak menggangu nuansa pada perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Ia mengapresiasi gerak cepat dinas teknis, unsur TNI-Polri serta para relawan yang telah responsif menangani bencana.
Menurutnya, gotong royong dapat menjadi kunci penanganan pasca bencana.
"Saya minta memang semua harus bekerja. Turun ke bawah, selesaikan persoalannya," kata Lilis saat tinjauan dampak banjir di Gedung Serbaguna Desa Arjosari.
Baca Juga: Saat Lebaran Tak Jaga Pola Makan Risiko Diabetes Meningkat, Ini Saran dari Dokter
Lilis juga bertekad untuk memberikan fasilitas dan pelayanan bagi warga terdampak bencana.
Terutama pelayanan pengurusan kehilangan surat berharga maupun dokumen administrasi kependudukan.
"Camat, kelurahan atau desa agar mendata warga yang kehilangan surat berharga agar diurus kembali," jelasnya.
Baca Juga: Luncurkan Film Audiovisual Baru, Ketep Pass Targetkan 2.000 Pengunjung Tiap Hari
Seperti diketahui, banjir telah merendam tujuh kecamatan di Kebumen pada Jumat (28/3/2025).
Meliputi Kecamatan Kebumen, Karanganyar, Adimulyo, Alian, Rowokele dan Padureso. Selain banjir, akibat cuaca ekstrem juga mengakibatkan tanah longsor dan pohon tumbang. (fid)
Editor : Winda Atika Ira Puspita