MUNGKID - Proses pembayaran uang ganti kerugian (UGR) proyek pembangunan jalan tol Jogja-Bawen terus bergulir di wilayah Kabupaten Magelang.
Menjelang Lebaran ini, ada satu keluarga yang kompak menerima UGR bertepatan dengan agenda mudik ke kampung halaman.
Keluarga tersebut atas nama Sariyah. Namun, Sariyah sudah meninggal dan bidang tanah seluas 439 meter persegi yang berada di Desa Tampirkulon, Candimulyo itu, terkena tol Jogja-Bawen. Sementara anak cucu Sariyah tinggal di luar daerah.
Sisi positifnya, mereka bisa berkumpul di Magelang yang bertepatan dengan agenda mudik. Sebab, saudaranya bertempat tinggal di Lampung, Lahat, dan Semarang.
Saat proses awal, kata dia, bisa diwakilkan. Sedangkan saat proses pencairan, seluruh ahli waris diwajibkan datang.
"Biasanya, tiap tahun giliran (mudiknya), tidak bareng. Ini alhamdulillah bisa bareng karena dapat UGR," katanya.
Baca Juga: Dishub Prediksi Ada 100 Ribu Kendaraan Lintasi Kota Magelang Setiap Harinya, Pergerakan Rerata Siang hingga Malam
Dia menyebut, tanah yang terkena tol Jogja-Bawen itu seluas 439 meter persegi dengan UGR yang diterima sebesar Rp 1,6 miliar.
"Tanah orang tua (belum dibagi). Tapi, keluarga saya rukun kok. Uang nanti dibagi. Kalau saya untuk bangun rumah," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Magelang A Yani mengatakan, ada sembilan desa yang mendapat UGR. Yakni Desa Banyuurip, Candisari, Tampingan, Tempak, Blongkeng, Pancuranmas, Purwodadi, Purwosari, dan Tampirkulon. Dengan total 74 bidang tanah seluas 5,1 hektare dan nilai UGR Rp 96 miliar.
"(UGR) Paling besar Rp 25 miliar karena ada perusahaannya segala macam (gudang tembakau). Jadi hari ini, kita menutup bulan Ramadan dengan manfaat yang diterima masyarakat," bebernya. (aya)