KEBUMEN - DPRD Kebumen menggelar reses atau penjaringan aspirasi jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Kegiatan reses pada masa sidang pertama 2025 ini diikuti 50 anggota dewan di setiap daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
Reses merupakan agenda rutin bagi para anggota dewan untuk bertemu langsung dengan konstituen. Banyak aspirasi yang ditampung dari kegiatan reses, mulai dari persoalan infrastruktur, pertanian, pendidikan hingga layanan kesehatan. "Ini adalah agenda di luar kantor. Intinya anggota dewan punya ruang untuk mendengar langsung keluhan masyarakat lewat reses," kata Wakil Ketua DPRD Kebumen Solatun Senin (24/3) sore.
Dalam reses ini, Solatun menjabarkan realisasi dan rencana program yang dilakukan lembaga legislatif. Dia juga mengajak masyarakat jeli terhadap program yang dicanangkan pemerintah dari pusat hingga daerah.
Dia berharap, berbagai program yang telah disepakati antara legislatif dan eksekutif dapat merata dan dirasakan berbagai elemen masyarakat. "Seperti contoh, ada program Koperasi Merah Putih. Dari masyarakat harus paham dan bisa mengambil peluang. Jangan cuma jadi penonton," ungkapnya.
Nantinya, lanjut Solatun, usulan atau masukan dari masyarakat akan diakomodasi sebagai bahan pertimbangan realisasi untuk lokasi anggaran tahun berikutnya. Dia optimistis, berbagai program pembangunan akan terealisasi secara bertahap di tengah adanya kebijakan efisiensi anggaran. "Hari ini saya mengundang perwakilan dari 89 desa. Saya sampaikan terkait kondisi hari ini," bebernya.
Salah satu warga Parjono, 43, mengapresiasi kepedulian anggota dewan atas persoalan pembangunan sampai tingkat desa. Menurutnya, tidak sedikit aspirasi masyarakat terealisasi dari adanya kegiatan reses. Dia menaruh harapan besar seluruh usulan yang terangkum dalam kegiatan reses dapat terealisasi melalui dorongan para anggota dewan. "Di wilayah sini kan potensi pertanian bagus. Mungkin fokus garap itu saja, karena mayoritas penduduk itu petani," ucapnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita