KEBUMEN - Bupati Kebumen Lilis Nuryani mendorong agar para ASN di lingkup Pemkab Kebumen ikut meramaikan pasar tradisional. Ia meminta ASN tak canggung berbelanja kebutuhan pokok di pasar tradisional sebagai upaya menghidupkan kembali ekonomi kerakyatan.
Lilis mengatakan, butuh komitmen bersama agar pasar tradisional kembali bergeliat. Oleh karena itu, pihaknya telah memiliki program bertajuk Sengkuyung Nglarisi Pasar (Selaras). Melalui surat edaran resmi, program ini akan menjadi gerakan ASN belanja di pasar tradisional setiap bulan. "Bukan sekadar kampanye belanja, tapi sebuah gerakan bersama untuk membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan di pasar rakyat," ujar Lilis saat peluncuran program Selaras di Pasar Tumenggungan, Senin (24/3).
Lilis menegaskan, program Selaras merupakan dukungan nyata pemerintah daerah untuk menghidupkan roda perekonomian rakyat di pasar tradisional. Program tersebut juga berlaku tidak hanya untuk ASN, melainkan pegawai BUMD. Dengan jumlah ASN 11.188 orang, ia optimis akan ada perputaran uang di pasar tradisional setiap bulan minimal senilai Rp 1,1 miliar.
Dalam surat edaran, Lilis meminta agar ASN eselon II minimal belanja di pasar senilai Rp 250 ribu satu bulan. Sedangkan eselon IIIa belanja minimal Rp 200 ribu dan terendah ASN golongan II dan I minimal belanja Rp 50 ribu setiap bulan. "Dengan demikian, kita turut berkontribusi menggerakkan perekonomian lokal serta meningkatkan kesejahteraan pedagang kecil," ucapnya.
Guna mendukung gerakan ekonomi kerakyatan, pemkab melalui BUMD juga terus melakukan intervensi kepada pedagang dan pelaku UMKM agat naik kelas. Salah satunya dengan layanan kemudahan permodalan dengan kredit bunga terjangkau. Di lain sisi, Lilis juga mengingatkan pedagang di pasar tradisional agar senantiasa meningkatkan kualitas produk serta menjaga kebersihan pasar agar pengunjung nyaman. "Kepada seluruh masyarakat, mari bersama jadikan belanja di pasar sebagai bagian gaya hidup," tandasnya.
Baca Juga: Akan Gunakan Mobil Dinas Baru, BKAD Sleman Sebut Pengadaan Mobil Dinas pada Kisaran Rp 900 Juta
Sementara itu, Kepala Disperindag KUKM Kebumen Haryono Wahyudi mengatakan, sejauh ini sarana dan prasarana di pasar tradisional terus dilakukan pembenahan. Hal ini dilakukan agar para pedagang dan pembeli merasa nyaman, sekaligus tidak kalah bersaing dengan pasar modern.
Berbagai program juga digulirkan untuk menjadi daya tarik di pasar tradisional. "Mana yang memang butuh penanganan, ya kami garap. Dan perlu diketahui mayoritas pasar tradisional di Kebumen itu sudah standar SNI," sebutnya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita