KEBUMEN - Sebanyak 800 personel gabungan akan dikerahkan dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik lebaran 2025 di Kebumen. Masing-masing personel tersebut akan ditempatkan di titik rawan guna memastikan musim lebaran tahun ini aman dan nyaman.
Kapolres Kebumen AKBP Eka Baashit menyampaikan, dalam menghadapi arus mudik dan balik Polres Kebumen berkomitmen memberikan perlayanan terbaik bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditujukkan dengan mengerahkan ratusan personel kepolisian.
Hal ini dilakukan agar perayaan jelang maupun pascalebaran dapat berjalan lancar dan kondusif. "Selama operasi berlangsung, personel akan ditempatkan di sepanjang jalur mudik," katanya usai pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2025 di Alun-alun Kebumen, Jumat (21/3).
Eka Baasith menjelaskan, apel gelar pasukan sengaja digelar untuk memastikan kesiapan personel sebelum menghadapi arus mudik lebaran. Guna mendukung kelancaran operasi, kendaraan serta sarana dan prasarana pendukung lain juga ikut dicek. Dia menyebut Operasi Ketupat Candi ini akan berlangsung selama 16 hari, mulai 23 Maret-8 April 2025.
Kapolres mengatakan, personel gabungan dalam Operasi Ketupat Candi ini melibatkan unsur dari kepolisian, TNI, Satpol PP, Disperkimhub, PMI, BPBD serta berbagai organisasi relawan.
Adapun Polres Kebumen sendiri akan mengerahkan 396 personel, berikut 10 personel Brimob dari Polda Jateng. Para personel tersebut akan menempati pos pengamanan dan pos pantau, termasuk berjaga di sejumlah titik strategis. "Ada 15 pos strong poin yang tersedia di sepanjang jalur mudik di Kebumen," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengajak seluruh instansi lintas sektor bekerja sama dalam menyambut masa arus mudik dan balik lebaran 2025. Kerja kolaboratif dianggap penting agar perayaan Idul Fitri 1446 Hijriyah dapat dinikmati seluruh masyarakat.
"Semoga mudik lancar, masyarakat bisa berkumpul bersama keluarga. Tidak ada insiden apapun, semua aman," ucapnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo